Popularitas Koster Akan Tetap Kuat Walau Sudah Tak Menjabat
Denpasar – Popularitas Wayan Koster dinilai akan tetap kuat meski sudah tidak menjabat Gubernur Bali dan digantikan oleh penjabat sementara (PJ) pada bulan September mendatang.
Pengamat politik Bali, I Nyoman Subanda mengungkap ada tiga faktor yang membuat Koster tetap menjadi figur kuat sebagai calon Gubernur Bali pada pemilihan gubernur (pilgub) Bali 2024.
Pertama, selama masa kepemimpinannya sebagai Gubernur Bali, Koster dinilai banyak menuai apresiasi atas program pembangunan yang dilakukan.
“Di Denpasar membangun Pelabuhan, kemudian, pembangunan di Besakih, kemudian shortcut di Buleleng, kemudian akan ada pembangunan jalan tol, pembangunan PKB di Klungkung. Kendati ada pro-kontra pembangunan ini akan diingat oleh masyarakat,” ungkap Subanda, Jumat (7/7/2023).
Kedua, Koster memiliki mesin partai. Menurut Subanda, Partai Indonesia Perjuangan (PDIP) yang akan mengusungnya merupakan partai penguasa, besar dan solid.
PDIP juga partai penguasa. Di seluruh kabupaten/kota di Bali PDIP memiliki kader yang duduk sebagai kepala daerah dan anggota DPRD.
“Dengan mesin partai PDIP, tentu Koster akan tetap menjadi calon kuat Gubernur Bali. Dengan mesin partai ini juga popularitas Koster akan tetap kuat dalam Pilgub Bali nanti,” terangnya.
Kemudian ketiga, sejauh ini tidak ada muncul figur atau sosok penantang Koster untuk pilgub Bali. Menurutnya kondisi ini justru menguntungkan serta memperkuat posisi Koster.
“Dengan tidak adanya penantang Koster sejauh ini yang digodok oleh partai politik atau penantang independen, sebetulnya sangat menguntungkan Koster. Disinilah dinilai bahwa Koster sangat sulit dikalahkan,” terangnya.
Namun, Subanda juga menilai, nanti ketika di masa-masa tidak duduk sebagai Gubernur, popularitas Koster yang tinggi tersebut akan terpengaruh. Hal ini karena Koster tidak lagi mempunyai instrumen untuk menjangkau masyarakat seperti halnya ketika ia duduk sebagai Gubernur.
“Misalnya Koster tidak akan lagi bisa melakukan kunjungan ke daerah kesana-kesini membuka acara, kemudian tidak bisa lagi memberikan bansos (bantuan sosial) kepada masyarakat sehingga tentu popularitasnya pasti akan terpengaruh turun,” terangnya.
Seperti diketahui kepemimpinan I Wayan Koster-Cok Ace sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Bali akan berakhir pada bulan September 2023. Mereka akan digantikan oleh penjabat sementara yang ditunjuk oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sampai Pilgub Bali November 2024 terlaksana.
Reporter: Agus Pebriana
Editor: Ngurah Dibia

Tinggalkan Balasan