Klungkung – Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan Ketenagaan Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Klungkung, I Wayan Mastana menyebutkan, saat ini pihaknya tengah kekurangan tenaga pendidik untuk sejumlah sekolah.

“Hampir semua di masing-masing sekolah kekurangan guru kelas, tetapi kami tutupi dengan guru non-ASN baik kontrak maupun pengabdian,” ujarnya kepada wacanabali.com, Selasa (11/7/23).

Menurut Mastana, hal ini berkaitan erat terhadap kualitas pendidikan sehingga perlu diatasi dengan maksimal.
“Kami kekurangan guru TK sebanyak 231 orang, guru SD 70 orang dan guru SMP sebanyak 69 orang,” tambahnya.

Lebih lanjut, kesenjangan rasio antara banyaknya guru yang telah purna bakti dan ketiadaan perekrutan guru disinyalir menjadi penyebab utama penyusutan jumlah tenaga pendidik di Bali.

Baca Juga  Pemerhati Pendidikan: Pemerintah Wajib Adopsi Sekolah Swasta yang Nyaris Bangkrut

Senada dengan hal itu, pemerhati pendidikan Drs Ketut Suarya M.Pd, menyebutkan pemerintah perlu segera mengambil sikap untuk melaksanakan pengangkatan guru.

“Permasalahan ini kan sebenarnya dari pusat. Pengangkatannya sedikit dan saat ini banyak guru yang sudah pensiun, otomatis jumlah guru terus berkurang,” ujarnya saat ditemui di Denpasar, Selasa (26/6/23).

Suarya mengungkap, dunia pendidikan tengah menghadapi kondisi dilematis ketika membahas antara harapan kualitas SDM dengan realitas kuantitas tenaga pendidik yang saat ini dibutuhkan.

Sehingga, kata dia, perlu adanya penurunan passing grade (ukuran standar) pada seleksi pengangkatan guru.

“Dan kalau bisa, gradenya diturunkan. Dilema memang, di satu sisi kita mengetahui pemerintah menginginkan SDM yang mumpuni tapi di sisi lain, kita perlu peningkatan kuantitas guru,” tandasnya.

Baca Juga  Krisis Guru Dikhawatirkan Berdampak Terhadap Pembentukan Karakter Siswa SMK di Bali

Reporter: Komang Ari
Editor: Ady Irawan