Denpasar – Belakangan, konten-konten terkait kesehatan mental sangat mudah diakses oleh masyarakat di Media sosial. Kendati hal ini berdampak baik bagi peningkatan pemahaman dan kesadaran masyarakat terkait kesehatan mental, sayangnya ini juga berdampak buruk bagi masyarakat.

Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa I Gusti Rai Putra Wiguna menjelaskan, informasi kesehatan mental jika disajikan tidak tepat dalam perspektif profesional dapat berpotensi merugikan masyarakat.

“Itu akan mengglorifikasi anggapan orang ‘keren’ kalau mengalami gangguan mental, padahal kan tidak, mereka (yang mengalami gangguan mental, red) sangat menderita dan tak sedikit orang kemudian mendiagnosa diri sendiri dengan mencocokkan apa yang dialami dengan yang ada di informasi kesehatan mental itu,” jelasnya kepada wacanabali.com, Rabu (20/9/23).

Baca Juga  Marak Kasus Bunuh Diri di Bali, Rai Wiguna: Penting Menjaga Kesehatan Mental

Pihaknya mengaku, tak jarang menemukan pasien yang mendiagnosa diri sendiri (Self-diagnose) dengan sumber-sumber bacaan yang ditemukan di media sosial.

“Banyak yang saya temui remaja mendiagnosis dirinya sendiri dan mengatakan ‘saya mengalami bipolar, skizofrenia’ dan ternyata tidak pernah mengkonfirmasi sebelumnya kepada tenaga profesional. Nah itu justru mengacaukan informasi, sehingga orang-orang yang mengalami bipolar menjadi terganggu tidak mendapatkan insight yang baik,” imbuhnya.

Terakhir, dirinya mengimbau masyarakat agar dapat bijak dalam memilih informasi terkait kesehatan mental dan segera mengakses tenaga profesional apabila diperlukan.

“Penting sekali bagi kita mendapatkan edukasi kesehatan mental yang proporsional dan tentunya harus dicerna dengan bijak serta pastikan mengkonfirmasinya kepada tenaga profesional,” tegasnya.

Baca Juga  Bali harus Tingkatkan Sarana Penyembuhan Mental

Reporter: Komang Ari