Denpasar – Persepsi no viral no justice (hukum ditegakkan jika menjadi perhatian publik) di Bali khususnya dalam penegakan keamanan dan ketertiban masyarakat harusnya dapat dihilangkan mengingat kini kepolisian telah memiliki konsep sistem keamanan berbasis lingkungan adat.

Pernyataan tersebut diungkapkan salah satu pengurus pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI), I Gusti Putu Mahardika merespon maraknya aksi kekerasan akhir-akhir ini.

“Jangan menunggu harus ada kejadian baru bergerak. Upaya preventif harus masif dilakukan. Terlebih lagi sekarang kepolisian memiliki program sistem keamanan berbasis banjar, berbasis adat, harusnya ini bisa maksimal hilangkan stigma no viral no justice,” ujarnya kepada wacanabali.com Jumat, (19/1/24).

Lebih lanjut Gus Wah sapaan akrabnya menyebut bahwa fenomena maraknya kekerasan di Bali akhir-akhir ini membuat masyarakat resah.

Baca Juga  Tuntun Motor, Pria Asal Demak Diteriaki Maling, Ini Terjadi

“Akhir-akhir kekerasan yang terjadi di wilayah hukum provinsi Bali sudah mulai meresahkan masyarakat, menyebabkan timbulnya rasa takut bagi masyarakat saat aktifitas di luar rumah terutama saat malam. Hari ini masyarakat sangat berharap kepada aparat keamanan,” katanya.

Ia meminta aparat terkait yang bekerja sama dengan desa adat wajib melakukan upaya pendataan penduduk pendatang secara berkala.

“Upaya ini harus punya jadwal (pendataan penduduk pendatang, red) agenda yang jelas agar tidak ketika terjadi kriminalitas baru kita serentak melakukan pendataan ya, bukan bermaksud tidak toleransi tapi ini penting untuk keamanan dan kenyamanan bersama,” imbuhnya.

Ia juga mengatakan masyarakat perlu diberikan edukasi cara menghadapi situasi yang genting terutama di tahun politik seperti sekarang.

Baca Juga  Tuntun Motor, Pria Asal Demak Diteriaki Maling, Ini Terjadi

“Libatkan peran serta masyarakat, buatlah edukasi kepada masyarakat bagaimana dan apa yang harus dilakukan ketika mendapati suatu kejadian kekerasan, mendapati orang-orang yang mencurigakan,” pungkasnya.

Reporter: Dewa Fathur