Badung – Sosok wanita yang diduga mirip aktivis Ratna Sarumpaet kedapatan berkeliaran menggunakan mobil bersama sopirnya saat Hari Raya Nyepi.

Saat dicegat pacalang (petugas pengamanan adat), ia mengaku tak mengetahui bahwa di hari tersebut hari raya Nyepi. Dirinya mengira Hari Raya Nyepi sudah dirayakan Sabtu (9/3/24) lalu.

“Ya waktu ditanya pacalang dia mengaku Ratna Sarumpaet. Dia tidak tahu. Dia mengira Nyepi itu tanggal 9 Maret, itu yang dia jawab. Jadi dia ndak tau sekarang itu Nyepi,” kata Bandesa Adat Tandeg Wayan Wartana, kepada wacanabali.com saat ditemui di Pura Desa Desa Adat Tandeg, Selasa (12/3/24).

Sementara Wayan Wartana mengaku, beberapa hari sebelum hari raya Nyepi pihaknya telah mengimbau pihak hotel, restoran dan vila agar tidak berkeliaran saat Nyepi.

Baca Juga  Sepuluh Titik Wilayah di Bali Alami Krisis Air Bersih

“Biasanya kita kasih surat imbauan ke hotel, restoran dan vila-vila. Tapi mungkin saat itu, pihak vila (tempat Ratna Sarumpaet menginap, red) tidak ada di sana makanya mereka ndak tahu,” jelas Wartana.

Selain itu, Bandesa adat saat ditanya soal sanksi yang bisa dijatuhkan kepada Ratna Sarumpaet, Bandesa Adat menyebut, pihaknya telah memberikan sanksi dengan menyuruh yang bersangkutan kembali ke tempat tinggal dan meminta untuk tidak keluar disaat Nyepi.

“Sanksi adatnya kita suruh dia kembali ke tempat tinggal dan tidak boleh keluar selama Nyepi, dan sudah kita awasi,” jelasnya.

Diketahui, wanita yang diduga Ratna Sarumpaet saat itu berkeliaran pada pukul 10.40 Wita. Ia dicegat pacalang saat berada di mobil bersama sopirnya.

Baca Juga  Pencuri Spesialis Barang Penunggu Pasien Rumah Sakit Dihadiahi Peluru Panas

Ia dicegat pacalang desa adat di depan kantor LPD Desa Adat Tandeg, Jalan Pantai Berawa nomor 93, Tibubeneng, Badung, Bali.

Reporter: Yulius N

Editor: Gung Krisna