Denpasar – Kepala Bhaga Utsaha Padruwen Desa Adat (Bupda) Serangan, I Nyoman Turut angkat bicara perihal proyek pembangunan Terminal Penumpang/Ruang Tunggu Pelabuhan Serangan yang mangkrak selama bertahun-tahun, ia berharap semua pihak terkait mau menyelesaikan permasalahan yang terjadi secara kekeluargaan, Jumat (29/3/24).

Kepada wartawan ia mengatakan, inti permasalahan yang terjadi antara Panitia Pembangunan (Desa Adat) dengan pihak ketiga (Kontraktor), dimana pihak ketiga mengaku belum menerima penyelesaian pembayaran sehingga proses serah terima bangunan pun terhambat hingga saat ini.

“Yang jelas kami sudah minta untuk menyelesaikan masalah ini. Kami kepingin sekali semua pihak duduk bersama cari solusinya gimana, waktu macetnya (mangkrak, red) ini kan pas kena covid juga. Sekarang bangunan belum serah terima keadaannya sudah begitu (rusak, red) kita gabisa pergunakan. Kita sudah bayar kok untuk pengerjaan awalnya, tapi ini kan harus diselesaikan (pembangunan, red) oleh mereka (kontraktor, red). Kita ga berani bayar (penyelesaian, red) duluan, kecuali mereka sudah selesaikan kita ga bayar baru kita salah,” ungkap Nyoman Turut.

Baca Juga  Enam Orang Meregang Nyawa dalam Tabrakan Maut di Rendang

Lebih lanjut Nyoman Turut menjelaskan, hingga saat ini belum ada kejelasan dari pihak ketiga terkait kelanjutan proyek Terminal Penumpang Pelabuhan Serangan tersebut. Disisi lain, pihak Desa Adat Serangan telah berupaya maksimal untuk menjalin komunikasi terkait permasalahan yang terjadi.

“Dari desa sudah inisiatif beberapa kali kita sudah ketemu dengan perwakilan mereka cuma selalu buntu. Pada intinya semua pihak memang harus bertemu duduk bersama untuk menyelesaikan, kita carilah jalan tengah kalau memang pihak ketiga tidak bisa menyelsaikan (perbaikan/pembangunan, red), kita cut (potong, red) saja atau bagaimana? Biar tidak terus polemik ini berlarut-larut,” pungkasnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, saat tim redaksi wacanabali.com berusaha mengkonfirmasi Bandesa Adat Serangan, pihaknya belum mengangkat telepon. Selanjutnya, jeda 10 menit setelahnya, Lurah Serangan, Ni Wayan Sukanami, juga belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca Juga  Tak Melulu Bergantung pada Pariwisata, Bali Diharapkan Bidik Sektor Lain

“Ampure (maaf, red), terkait nike (itu, red) untuk sekarang belum bisa nggih pak. Tiang (saya, red) masih ada rapat. Tiang koordinasikan dulu nggih, nanti tiang hubungi kembali,” ujar Lurah Serangan, Rabu (27/3/24).

Reporter: Gung Krisna