Denpasar – Yayasan Bali Bersama Bisa Mental Healthcare (BBBMH), sebuah inisiatif inovatif yang berkomitmen untuk menghilangkan stigma kesehatan mental di Indonesia, dengan bangga mengumumkan peresmian fasilitas kesehatan mental gratis pertama di Indonesia.

Peresmian fasilitas ini menandai titik balik dalam pendekatan Indonesia terhadap kesehatan mental, dengan menekankan inklusivitas, pemahaman, dan dukungan bagi mereka yang bergulat dengan masalah kesehatan mental.

“Bali Bersama Bisa berupaya menciptakan lingkungan di mana individu dapat mencari bantuan tanpa takut dihakimi, menumbuhkan budaya yang menghargai kesehatan mental dan kesehatan fisik,” kata Chairman Yayasan BBBMH, Wayan Eka Sunya Antara kepada wartawan pada Sabtu (20/4/24).

Selanjutnya, Ketua Yayasan BBMH ini mengatakan Indonesia telah lama bergulat dengan tantangan kesadaran akan kesehatan mental dan akses terhadap pengobatan yang efektif.

“Bali Bersama Bisa bertujuan untuk menjadi mercusuar harapan, memimpin upaya dalam meruntuhkan hambatan dan membina komunitas yang memiliki pandangan terhadap kesehatan mental sebagai sebuah aspek penting dari kesejahteraan setiap individu secara menyeluruh,” tutur Wayan Eka.

Bali Bersama Bisa (BBB) muncul sebagai mercusuar harapan dan kasih sayang pada Hari Kesehatan Mental Sedunia di tahun 2020, ketika sekelompok individu yang penuh semangat dengan komitmen yang sama terhadap kesehatan mental dan membantu orang lain berkumpul

“Disatukan oleh visi yang lebih besar dari yang mereka pahami sebelumnya, organisasi ini memulai perjalanannya dengan misi untuk memberikan dampak yang berarti terhadap kesehatan mental di Indonesia,” imbuhnya

Untuk diketahui, Yayasan Bali Bersama Bisa menyediakan layanan Gratis kepada masyarakat Bali diantaranya, BISA Helpline, Asesement/penilain, Konseling, Psikologi, Psikiater, Program Kejujuran, Kelompok Dukungan, Program Rawat Jalan, Pengobatan, dan Bantuan Pangan.

Layanan tersebut didukung dan berkumpul bersama dengan penasihat profesional dan dukungan dari berbagai bidang suport grup bagi pecandu dalam pemulihan untuk semua masyarakat yang ada di Bali.

Reporter: Yulius N