Denpasar – Penjabat Gubernur Bali Sang Made Mahendra Jaya sampaikan kondisi pertumbuhan ekonomi di Bali saat membuka Travel Exchange (Travex) offline.

Ia mengatakan, saat ini pertumbuhan perekonomian di Bali semakin membaik dan telah sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19.

“Perekonomian daerah Bali yang makin membaik dan telah sepenuhnya pulih pasca pandemi Covid-19,” ujarnya di Bali International Convention Center Nusa Dua, Kamis (13/6/2024)

Untuk diketahui, Travel Exchange (Travex) offline merupakan rangkaian kegiatan pameran dari Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) 2024 yang berlangsung dari tanggal 12-14 Juni 2024.

Sang Mahendra menambahkan, di tahun 2023 Bali berhasil mencatat pertumbuhan ekonomi sebesar 5,71 persen.

“Melampaui angka pertumbuhan ekonomi sebelum pandemi yang tercatat 5,6 persen,” tuturnya.

Bahkan, kata Sang Mahendra, pertumbuhan ekonomi triwulan satu tahun 2024, telah mencapai telah mencapai 5,98 persen.

Baca Juga  Pj. Gubernur Mahendra Temui WS di Mengwi, Bahas Apa?

“Bahkan pada triwulan satu tahun 2024, pertumbuhan ekonomi kita telah mencapai 5,98 persen,” tandasnya.

Menurut Pj Gubernur Bali, pertumbuhan ekonomi di Bali ini tentu tidak terlepas dari kegiatan seperti BBTF dan event lainnya.

“Membaiknya situasi perekonomian Daerah Bali tak terlepas dari pulihnya sektor pariwisata yang didorong oleh kegiatan seperti BBTF dan event lainnya,” tuturnya.

Untuk diketahui, Bali and Beyond Travel Fair (BBTF) di gelar di Nusa Dua Bali dengan menarget transaksi lebih dari 7,61 triliun rupiah. Diketahui, target tersebut naik 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp 6,7 triliun.

“Jadi, ini sebuah potensi transaksi yang sangat besar, yang tentunya ke depan akan semakin bertambah,” kata Ketua Komite BBTF 2024 Putu Winastra di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung, Bali pada, Rabu (12/6/24).

Baca Juga  Pj Gubernur Bali Ajak Anggota Dewan Bersinergi Kawal Suara Rakyat

Travel fair sendiri merupakan berfokus untuk mempromosikan pariwisata Indonesia kepada dunia. Kegiatan BTTF ke-10 tahun 2024 ini akan berlangsung selama 12-14 Juni 2024 di Nusa Dua Bali

Winastra menambahkan, penyebab utama kenaikan pendapatan tersebut karena peran tour operator, event organizer, wedding organizer, serta corporate yang tentu marketnya sangat besar.

“Jadi, di sanalah kami mendapatkan sebuah potensi market, bahkan ada dari Bulgaria dan Panama yang datang,yang sebelumnya mereka tidak tahu BBTF ini, ” tuturnya.

Winastra mengatakan, pihaknya berterima kasih dengan kementrian Pariwisata yang selalu suport, dan dalam tiga tahun terakhir ini pihaknya telah berkolaborasi dengan kementerian luar negeri.

“Untuk bisa mensosialisasikan BBTF ini ke seluruh negara yang ada perwakilan Indonesia di sana,” tandasnya.

Baca Juga  ASN Gianyar Diminta Pantau TPS, Pj Gubernur: Belum Tahu Suratnya

Selain itu, kata Winastra, selain menghadirkan operator luar negeri, BBTF tahun ini juga menghadirkan tour operator dalam negeri.

“Kami juga menghadirkan tour operator dari Indonesia, ada 11 provinsi di Indonesia, dan dari Bali sendiri seluruh kabupaten kota yang ikut dalam event ini,” ucapnya.

Sementara kata Winastra, ada 45 negara juga ikut dalam BBTF tahun ini, dan 282 seller, kemudian 370 buyers.

“Secara general pesertanya, seller-nya 282, buyer 370, country nya 45 Negara,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu juga, Ida Bagus Agung Parta Adnyana Ketua Gabungan Industri Pariwisata Indonesia (GIPI) Bali mengatakan, marketplace destinasi wisata itu tetap berfokus pada pariwisata berkelanjutan.

“Sampai tahun 2025 kita masih berfokus pada sustainable. Di industri wisata Bali beberapa sudah mulai beralih penggunaan bahan-bahan ramah lingkungan,” tutupnya.

Reporter: Dion