Denpasar – Sebanyak 2.000 ekor burung dilepaskan ke alam liar sebagai rangkaian dari perayaan Hari Trisuci Waisak 2569 BE di Vihara Buddha Sakyamuni, Denpasar, Senin (12/5/25).

“Jadi, kami tidak menentukan jumlah burungnya, yang penting niat kita untuk memberikan mereka rasa bahagia, dan kebebasan. Walaupun di dalam kurungan yang bagus, kalau masih terkurung kan tidak bahagia,” ucap Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali PMy. Oscar Naib Wanouw kepada awak media.

Ia menyebutkan, jenis burung yang dilepaskan terdiri dari tekukur, perkutut, dan emprit.

“Memang yang banyak emprit.
Karena kami langsung beli, tidak memesan. Kalau memesan berarti kita mengkondisikan lagi untuk menangkap burung-burung itu,” sambung dia.

Baca Juga  Sejumlah Pecalang Ikut Amankan Waisak di Denpasar
Foto: Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali PMy. Oscar Naib Wanouw saat diwawancarai awak media, Senin (12/5/25). Sumber: Komang Ari/Wacana Bali.
Foto: Ketua Yayasan Buddha Sakyamuni Bali PMy. Oscar Naib Wanouw saat diwawancarai awak media, Senin (12/5/25). Sumber: Komang Ari/Wacana Bali.

Diberitakan sebelumnya, peringatan Waisak tahun ini mengusung tema ‘Kebijaksanaan Dasar Keluhuran Bangsa’ yang menitikberatkan penghayatan spiritual.

PMy. Oscar Naib Wanouw merinci, acara dimulai dengan Puja Pohon Bodhi yang dilaksanakan pada pukul 16.00 WITA.

Dilanjutkan dengan abhadayana dalam bentuk pelepasan ribuan ekor burung ke alam bebas.

Kemudian, Puja Bakti Waisak dilaksanakan pukul 18.30 WITA. Sementara itu, momen sakral untuk memperingati kelahiran Sang Buddha digelar pukul 23.55 WIB.

Ia berharap, Waisak menjadi momentum untuk meneladani ajaran Sang Buddha.

“Mari kita teladani ajaran Sang Buddha yaitu mempraktikkan dharma, ajaran kebenaran agar kita menjadi bahagia. Karena kan semua tujuan kita ingin bahagia,” ujarnya.

Reporter: Komang Ari

Baca Juga  Ribuan Umat Rayakan Waisak di Vihara Buddha Sakyamuni Denpasar