Awal Bertemu di Jalan, Koster Jamin Sekolahkan Tiga Anak Kurang Mampu
WacanaBali.com, Denpasar – Tiga anak diterima Gubernur Bali Wayan Koster di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jayasabha Minggu, 8 Februari 2026. Mereka datang dari daerah berbeda dan melalui peristiwa yang tidak sama. Namun ketiganya bertemu pada satu keputusan, yaitu pendidikan mereka dipastikan berlanjut.
Tidak ada panggung resmi. Tidak pula baliho atau kamera yang disiapkan khusus. Pertemuan itu berlangsung sederhana, nyaris senyap. Tetapi keputusan yang diambil di ruang itu mengubah arah hidup tiga anak yang selama ini berjalan sendirian menghadapi keterbatasan.
Dua anak pertama adalah Putu Tirta dan Gede Yuda Saputra, asal Buleleng. Sekitar dua bulan lalu, keduanya bertemu Koster secara tidak sengaja di sebuah pertamini. Saat itu sang gubernur berhenti untuk mengisi bensin. Di tempat itulah ia melihat dua anak seusia SMP melayani pelanggan, dengan polos dan penuh semangat.
“Saya heran, kok anak-anak masih kecil sudah bekerja,” ujar Koster mengenang pertemuan itu.
Ia turun dari mobil dan menyapa mereka. Dari percakapan singkat di tepi jalan, terungkap bahwa Putu Tirta dan Gede Yuda Saputra bekerja sepulang sekolah untuk membantu biaya hidup dan kebutuhan pendidikan.
“Kami masih sekolah, Pak,” kata Putu Tirta saat itu. Percakapan berkembang pelan. Bukan keluhan, melainkan penjelasan apa adanya tentang kehidupan keluarga mereka yang serba terbatas. “Kalau tidak kerja, kami tidak bisa beli keperluan sekolah,” ujar Gede Yuda Saputra.
Di akhir pertemuan, Koster hanya meminta satu hal, nomor telepon keluarga mereka. Tidak ada janji yang diucapkan. Tidak ada kata-kata besar. Anak-anak itu kembali bekerja seperti biasa, seolah pertemuan dengan gubernur hanyalah satu fragmen kecil dalam rutinitas hidup mereka.
Peristiwa berbeda dialami Made Harta Dwi Putra, anak asal Bangli. Ia bertemu Koster di perbatasan Bangli, wilayah Desa Satra, saat sang gubernur dalam perjalanan menuju Denpasar. Made Harta berjalan sendiri di pinggir jalan. Tubuhnya kecil, langkahnya ragu, tanpa orang dewasa yang mendampingi.
Koster menghentikan kendaraan dan menghampirinya. Percakapan singkat pun terjadi di pinggir jalan. Dari obrolan itu, pembicaraan mengalir ke soal sekolah dan keluarga. “Saya anak yatim, Pak,” kata Made Harta Dwi Putra lirih.
Ia bercerita berusaha tetap bersekolah meski kondisi keluarga terbatas. Tidak ada permintaan. Tidak ada air mata. Hanya pengakuan jujur dari seorang anak yang mencoba bertahan.
Seperti pertemuan di Buleleng, Koster mencatat identitas dan kondisi Made Harta. Tak ada janji yang disampaikan saat itu. Jalan kembali lengang. Made Harta melanjutkan langkahnya, Gubernur Koster melanjutkan perjalanan.
Hari ini, ketiga anak itu kembali bertemu. Bukan di pertamini. Bukan di pinggir jalan. Melainkan di Jayasabha, rumah jabatan gubernur. Tempat di mana keputusan administratif dibuat, dan kali ini berdampak langsung pada hidup tiga anak.
Dalam pertemuan yang berlangsung sederhana, Pemerintah Provinsi Bali memastikan pendidikan Putu Tirta, Gede Yuda Saputra, dan Made Harta Dwi Putra dibantu dan dijamin agar mereka dapat melanjutkan sekolah dengan layak. Dukungan itu mencakup pembiayaan pendidikan serta kebutuhan penunjang sekolah.
“Nanti pendidikan dibantu. Yang penting tetap sekolah, disiplin, dan rajin belajar,” kata Koster kepada mereka.
Ia juga menegaskan bahwa langkah tersebut sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Bali, Satu Keluarga Satu Sarjana, yang ditujukan untuk memastikan anak-anak dari keluarga kurang mampu tidak terputus dari pendidikan hingga perguruan tinggi.
Selain itu, Pemprov Bali melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan kebutuhan dasar kepada keluarga ketiga anak tersebut sebagai dukungan jangka pendek.
Tak ada pidato panjang. Hanya keputusan administratif yang berdampak langsung pada hidup tiga anak.
Peristiwa yang berbeda di pertamini Buleleng, dalam bincang-bincang di perbatasan Bangli kembali bertemu di Jayasabha. Bertemu pada satu titik, kehadiran negara melalui Gubernur Wayan Koster, memastikan sekolah anak tidak berhenti di tengah jalan

Tinggalkan Balasan