Wacanabali.com, Denpasar – Menyikapi viralnya video di media sosial terkait sopir truk yang memaksa masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung, Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang turun langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke lokasi pada Kamis (2/4/2026).

Pengecekan dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban tetap terjaga pasca pemberlakuan kebijakan baru, di mana sejak 1 April 2026 TPA Suwung hanya menerima sampah anorganik dan residu, sementara sampah organik tidak lagi diperbolehkan masuk.

Berdasarkan hasil koordinasi dengan Plt. Kepala UPTD Pengelolaan Sampah, diketahui bahwa sejumlah truk, baik milik dinas maupun swakelola, telah mematuhi aturan pemilahan sampah dan dinyatakan lolos verifikasi sesuai persyaratan yang berlaku.

Baca Juga  Kondisi Kebakaran TPA Suwung Mulai Membaik

Pada sidak tersebut, proses penerimaan dan pemeriksaan sampah anorganik terpantau berjalan lancar dan kondusif. Truk yang memenuhi ketentuan diberikan tanda berupa stiker di kaca depan sebagai bukti telah melalui proses verifikasi.

Untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan, personel Polsek Denpasar Selatan disiagakan di sekitar area TPA. Kehadiran aparat kepolisian bertujuan menjaga situasi tetap aman serta memberikan rasa nyaman bagi seluruh pihak yang beraktivitas di lokasi.

Kasi Humas Polresta Denpasar I Gede Adi Saputra Jaya menyampaikan bahwa secara umum kondisi di TPA Suwung saat ini kondusif. Ia mengimbau para pengemudi truk dan pihak terkait agar mematuhi kebijakan yang telah ditetapkan.

“Kami mengimbau seluruh pengemudi truk dan pihak terkait untuk mematuhi kebijakan yang berlaku agar pengelolaan sampah berjalan tertib dan tidak menimbulkan gangguan kamtibmas,” ujarnya.

Baca Juga  Cuaca Panas Ekstrem, Damkar Denpasar Rutin Lakukan Pendinginan di TPA Suwung

Namun demikian, di lapangan masih ditemukan keluhan dari sejumlah sopir truk. Salah satu sopir yang enggan disebutkan namanya mengaku sempat terjadi ketegangan dengan petugas karena sampah rumah tangga yang dibawa tidak diterima.

“Kami sempat bersitegang dengan petugas karena sampah rumah tangga tidak diterima. Kami jadi bingung harus dibuang ke mana, sementara sekali angkut satu bak truk butuh biaya bahan bakar,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan belum adanya solusi konkret terkait penanganan sampah organik yang telah terlanjur diangkut. Bahkan, ia mengancam akan terus bertahan di lokasi hingga ada kejelasan.

“Kalau tidak ada solusi, kami akan tetap di sini. Kalau tidak ada jalan keluar, sampah ini bisa saja kami buang di jalan,” katanya dengan nada kesal.

Baca Juga  Bangun Dua TPS3R Baru, Pemkot Denpasar Targetkan Mulai Beroperasi 2026

Dengan adanya pemantauan langsung dari Kapolresta Denpasar, diharapkan implementasi sistem pengelolaan sampah terpilah di TPA Suwung dapat berjalan optimal serta mendapat dukungan dari seluruh elemen masyarakat.

 

Reporter: Yulius N