Usai Pembatasan di TPA Suwung, Warga Denpasar Keluhkan Maraknya Pembakaran Sampah
Wacanabali.com, Denpasar – Aktivitas pembakaran sampah kian marak setelah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung tidak lagi menerima sampah organik sejak Rabu (1/4/26).
IG (26), seorang warga Denpasar, mengaku semakin sering melihat pembakaran sampah di area tempatnya bekerja. Ia menyayangkan kondisi tersebut dan menilai hal ini tidak lepas dari kurangnya pemahaman masyarakat terkait alternatif pengelolaan sampah pascakebijakan tersebut.
“Terganggu karena aromanya tidak sedap. Saya juga khawatir jika ini terus dilakukan akan berdampak pada kesehatan masyarakat,” ujarnya kepada Wacanabali.com, Selasa (7/4/2026).
Ia menyebut pembakaran sampah kini terjadi hampir setiap hari, terutama pada sore hingga malam hari.
“Paling sering sore ke malam sih, sepertinya supaya nggak ada yang lihat,” sambungnya.
Senada dengan itu, SA (23) menilai sampah yang dibakar tidak hanya organik, tetapi juga nonorganik yang seharusnya masih dapat dipilah dan didaur ulang.
“Ini sangat mengganggu, bahkan asapnya masuk melalui ventilasi di kantor saya,” katanya.
Ia berharap pemerintah dapat meningkatkan sosialisasi serta memperluas fasilitas pengelolaan sampah agar masyarakat memiliki alternatif selain membakar sampah.

Tinggalkan Balasan