Koster Tegaskan Organisasi Adat Jadi Pemersatu Bali, Dorong Pembangunan Berbasis Budaya
Wacanabali.com, Badung – Gubernur Koster menegaskan pentingnya peran organisasi adat sebagai kekuatan pemersatu dan penjaga keseimbangan sosial masyarakat Bali. Hal tersebut disampaikannya saat membuka Lokasabha VI Pratisentana Bendesa Manik Mas (PBMM) Kabupaten Badung di Ruang Kertha Gosana, Puspem Badung, Minggu (12/4/2026).
Dalam sambutannya, Koster menekankan bahwa organisasi adat tidak boleh sekadar menjadi wadah formal, tetapi harus aktif menjaga warisan leluhur sekaligus mampu menjawab tantangan zaman. “Organisasi adat tidak hanya sebagai wadah, tetapi harus menjadi kekuatan yang mampu menjaga warisan leluhur sekaligus menjawab tantangan zaman,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar organisasi berbasis kekerabatan tidak memicu fragmentasi sosial di masyarakat. Menurutnya, keberadaan organisasi adat harus memperkuat loyalitas terhadap kawitan serta memberikan kontribusi nyata bagi Bali secara luas. “Bergabung dalam organisasi bukan untuk membentuk paksi-paksi, tetapi untuk memperkuat pengabdian yang berdampak bagi Bali,” ujarnya.
Selain itu, Koster memaparkan sejumlah proyek strategis Pemerintah Provinsi Bali, salah satunya pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) sebagai solusi jangka panjang krisis sampah, khususnya pasca penutupan TPA Suwung. Proyek berbasis teknologi insinerasi modern ini ditargetkan mulai beroperasi pada Oktober 2027.
Fasilitas PSEL dirancang untuk mengolah sampah residu dari kawasan Sarbagita—Denpasar, Badung, Gianyar, dan Tabanan—menjadi energi listrik. Upaya ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembuangan terbuka serta meningkatkan kualitas lingkungan di Bali.
Di sektor penataan kawasan suci, pemerintah juga membangun fasilitas parkir bertingkat di kawasan Pura Ulun Danu Batur guna mengatasi kemacetan saat upacara besar. Sementara di Pura Agung Besakih, dilakukan renovasi pelinggih dengan tetap menjaga pakem arsitektur tradisional Bali.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum juga mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,27 triliun untuk 206 paket pekerjaan infrastruktur di Bali pada 2026. Program tersebut meliputi pembangunan SPAM, pengamanan pantai, kelanjutan shortcut Singaraja–Mengwitani, serta sistem sanitasi terpusat di kawasan wisata.
Sementara itu, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, menyampaikan apresiasi terhadap kepemimpinan Koster yang dinilai visioner dan konsisten membangun Bali berbasis budaya. Ia mengaku banyak belajar dari konsep Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang menjadi arah pembangunan daerah.
“Saya banyak belajar dari Pak Gubernur. Beliau sangat visioner dan sudah memikirkan haluan Bali hingga 10 tahun ke depan. Siapapun pemimpinnya tinggal melanjutkan,” ujar Adi Arnawa.
Ia juga menyoroti kemampuan Koster dalam membangun komunikasi dengan pemerintah pusat sehingga berbagai proyek strategis di Bali mendapatkan dukungan anggaran. “Kita patut bersyukur memiliki pemimpin yang mampu melobi pusat, sehingga banyak program pembangunan Bali didukung APBN,” tambahnya.
Ketua Umum PBMM Kabupaten Badung, Jro Gede Komang Widiarta, turut mengajak seluruh anggota untuk memperkuat semangat pengabdian dan jati diri sebagai bagian dari masyarakat adat. “Kita bersatu bukan untuk menjadi lebih besar, tetapi untuk mengabdi demi kesejahteraan bersama,” katanya.
Melalui Lokasabha ini, diharapkan organisasi adat di Bali semakin solid dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus berperan aktif dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Pulau Dewata.

Tinggalkan Balasan