Gubernur Wayan Koster Temui Tiga Menteri, 11 Proyek Infrastruktur Bali Disetujui Mulai 2026
Wacanabali.com, Jakarta – Gubernur Bali Wayan Koster bergerak cepat menindaklanjuti kesepakatan antara DPR RI dan pemerintah pusat dengan menemui tiga kementerian di Jakarta, Selasa (21/4). Langkah ini dilakukan untuk memastikan percepatan pembangunan infrastruktur strategis di Bali yang direncanakan mulai bertahap pada 2026.
Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum menyetujui sejumlah proyek prioritas. Di antaranya pembangunan Underpass Jimbaran di Kabupaten Badung, Shortcut Titik 11-12 Singaraja–Mengwitani, Jembatan Nusa Ceningan–Lembongan, Gedung Parkir Pura Ulun Danu Batur, lanjutan Embung Unda Klungkung, serta pengembangan jaringan air bersih Telagawaja.
Selain itu, Kementerian Perhubungan juga menyetujui pengembangan sektor transportasi. Program tersebut meliputi layanan taksi laut rute Bandara–Nusa Dua–Canggu, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang, Padangbai, dan Amed, serta pembangunan Pelabuhan Gunaksa di Kabupaten Klungkung.
“Perjuangan ini belum selesai, namun kami terus bergerak memastikan kebutuhan infrastruktur Bali mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat. Ini penting untuk menjawab persoalan kemacetan dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah,” ujar Wayan Koster.
Sebagai solusi kemacetan dan distribusi logistik, pemerintah juga menyetujui pemisahan jalur kendaraan barang menuju pelabuhan seperti Celukan Bawang, Amed, dan Gunaksa. Kebijakan ini diharapkan membuat jalur utama Gilimanuk–Mengwi lebih fokus untuk kendaraan penumpang sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar.
“Dengan pemisahan jalur ini, kita harapkan kemacetan bisa ditekan signifikan dan kenyamanan pengguna jalan meningkat,” tambah Wayan Koster.
Pembangunan infrastruktur tersebut diproyeksikan berlangsung hingga 2030 sebagai bagian dari upaya pemerataan ekonomi di seluruh wilayah Bali, mulai dari Bali Utara, Selatan, Timur, Barat hingga Tengah.

Tinggalkan Balasan