Duka Mendalam Orang Tua PMI Meninggal di Guyana, Pemerintah Usahakan Hak-Hak Almarhum Terpenuhi

Jembrana, Wacanabali.com – Duka mendalam dirasakan keluarga I Komang Tedy Arsa Bantara Putra PMI asal Peracak, Jembrana, Bali yang meninggal dunia akibat kecelakaan di Guyana, Amerika Selatan. Orang Tua Komang Tedy berharap jenazah anaknya bisa cepat dipulangkan ke rumah duka.

Kedua orang tua Komang Tedy yakni Mangku Wayan Biantara dan Ni Luh Manik saat ditemui di rumahnya, di banjar Mekarsari, Desa Perancak, Kecamatan Jembrana, Kabupaten Jembrana . Bali, Senin (31/08/26), tidak bisa menyembunyikan rasa duka yang mendalam atas musibah yang dialami satu-satunya anak laki-laki dari tiga bersaudara.

Mangku Biantara didampingi sang istri menceritakan sebelum musibah maut menimpa anaknya. Komang Tedy baru saja berangkat terbang ke Negara Guyana untuk bekerja di kapal Offshore pada Rabu (26/08/26).
“Keberangkatan kali ini merupakan yang kedua kalinya, pertama sudah selesai dikontrak selama 6 bulan bekerja di kapal Offshore (kapal lepas pantai), kemarin baru berangkat yang kedua,” ujarnya.

Saat tiba di bandara di Negara Guyana, Komang Tedy sempat menghubungi orang tuanya dan memberi kabar sudah tiba di Negara tujuan. Namun saat perjalanan dari bandara menuju hotel, kendaraan yang menjemput Komang Tedy dan rekan-rekanya sesame PMI mengalami kecelakaan di Jalan Raya Timehri, Guyana pada Jumat 27 Agustus 2026 waktu setempat.
“Kemarin Kamis (28/08/26) saya mendapat kabar kendaraan yang menjemput komang mengalami kecelakaan dan mengakibatkan dua orang meninggal dunia, salah satunya Komang Tedy dan rekannya asal Batam,’’ ungkap Mangku Bintara.

Meski terlihat sedih dan berduka, Mangku Budiarta berusaha tegar menghadapi kenyataan yang haus diterimanya. Atas musibah tersebut, pihaknya berharap saat ini anaknya bisa kembali secepanya kerumah.
“Saya berharap jenazah Komang segera bisa dikirim ke rumah duka, dan semua hak-hak anak saya bisa terpenuhi,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Tenaga Kerja, Perindustrian dan Perdagangan (Disnakerperin) Jembrana, Kadek Mirah Ananta Sukma Dewi mengatakan, Pemkab Jembrana akan membantu proses pemulangan jenazah ke Tanah Air, selain itu pemerintah akan memastikan hak-hak almarhum sebagai PMI dapat terpenuhi.
“Yang pertama pasti kami mengunjungi pihak keluarga dulu untuk memberikan semangat, memberikan ruang yang tentunya merupakan dukungan moril kepada pihak keluarga, tentu kita juga akan memastikan hak-hak korban,” ungkapnya saat ditemui di rumah duka.

Selain memberikan pendampingan kepada keluarga, Disnakerperin Jembrana juga melakukan koordinasi dengan aparatur desa dan instansi terkait untuk memastikan proses pemulangan jenazah korban.
“Pemerintah telah berkoordinasi dengan BP3MI dalam mengawal proses pemulangan jenazah dari Guyana. Sementara untuk memastikan hak-hak korban, pemerintah akan menelusuri kewajiban perusahaan maupun agency yang terlibat dalam proses penempatan almarhum sebagai PMI. Tentu dalam ada proses yang harus kita hormati juga,’pungkas Kadek Mirah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *