Wacanabali.com, Denpasar – Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Golkar Bali, Gde Sumarjaya Linggih yang akrab disapa Demer menekankan 4 hal penting sebagai kunci menghadapi Pemilu 2029. Hal itu disampaikannya dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) Partai Golkar Bali di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Sabtu (3/10/2026).

Pasalnya, menurut Demer, pertarungan politik menuju Pemilu 2029 diperkirakan semakin ketat apabila parliamentary threshold dinaikkan.

“Dengan adanya parliamentary threshold dinaikkan, ini akan terjadi pertaruhan yang cukup sengit. Karena tentu semua partai akan mengejar parliamentary threshold itu, untuk dapat mendudukkan fraksi di pemilu yang akan datang,” ujar Demer.

Ia menyebut terdapat empat hal yang harus dipersiapkan Golkar Bali untuk menghadapi pertarungan politik, yakni orang, jaringan, manajemen, dan logistik.

Untuk sumber daya manusia, ia meminta kader yang disiapkan bukan sekadar menjadi pengurus atau calon, tetapi memiliki kemampuan menarik dukungan masyarakat.

Baca Juga  Survei Prabowo-Gibran Naik, Sugawa Korry Optimis Pilpres Satu Putaran
Foto: Rakerda DPD Partai Golkar Bali di Desa Budaya Kertalangu, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Sabtu (3/10/2026). Sumber: Yulius N/wacanabali.com

“Pertama, tentu ada orang. Kalau ada orang, artinya bukan hanya orang yang sekadar ditaruh. Saya berharap itu orang-orang yang mampu untuk populis dan mampu untuk menjadi elektabilitas, mampu kepopulisannya untuk bisa menjadikan itu suara,” jelasnya.

Selanjutnya, Demer juga meminta kader-kadernya memperkuat jaringan organisasi hingga tingkat dusun. Menurutnya, jaringan Golkar selama ini sudah tersedia hingga tingkat kabupaten/kota dan desa.

“Golkar rasanya lengkap jaringan sampai kabupaten/kota, sampai ke desa. Dan saya minta ditambah lagi jaringan yang sampai kepada dusun,” katanya.

Ia mengatakan penguatan jaringan tersebut diperlukan agar partai semakin dekat dengan masyarakat, termasuk dalam menyerap aspirasi.

“Nanti ada strategi-strategi khusus tentang pendekatan kepada masyarakat, terus bagaimana menampung aspirasi masyarakat, kemudian bagaimana juga membuat simpati masyarakat,” jelasnya.

Kunci ketiga yang ditekankan adalah manajemen, khususnya manajemen digital. Ia meminta seluruh perencanaan hasil Rakerda nantinya dapat diorganisasikan dan dilaksanakan secara terukur.

Baca Juga  Golkar Bali Keberatan, Terkait Penolakan Tanda Tangan Saksi Paslon 3

“Manajemen digital yang saya maksud, tentu planning-nya hari ini melalui Rakerda, kita merencanakan. Kemudian mengorganisasikannya dengan baik. Kemudian action-nya adalah bergerak di masyarakat. Controlling nanti melalui sistem digital kita sehingga memudahkan dalam controlling tersebut,” jelasnya.

Sementara itu, kesiapan logistik menjadi faktor keempat yang dinilai penting. Sumarjaya Linggih mengingatkan jajaran Golkar Bali agar mulai mempersiapkan kebutuhan menghadapi Pemilu 2029.

“Kesiapan logistik sangat penting, oleh karena itu persiapkanlah diri karena kalau boleh dibilang ini kalau balik lagi ini sudah dekat, ini 2029. Untuk teman-teman, untuk pertaruhan di 2029,” katanya.

Di sisi lain, ia meminta kader Golkar tidak takut bersaing dalam perebutan kursi legislatif. Menurutnya, keberadaan kursi legislatif tetap penting bagi keberlangsungan partai.

Baca Juga  Survei Prabowo-Gibran Naik, Sugawa Korry Optimis Pilpres Satu Putaran

“Jangan takut untuk bersaing dengan yang mempunyai suara. Karena kita sudah punya pengalaman di beberapa tempat. Ketika takut bersaing, maka hilang kursi,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Demer juga menyampaikan soal kepengurusan baru DPD Partai Golkar Bali. Ia menyebut terdapat sekitar 100 orang yang akan dilantik, dengan sekitar 40 di antaranya berasal dari generasi Z.

Namun, tidak seluruh nama yang diusulkan dapat masuk dalam kepengurusan. Ia mengatakan terdapat sejumlah pertimbangan dalam menentukan susunan pengurus, termasuk rekam jejak dan kebutuhan organisasi.

“Ada yang catatan masa lalunya kurang baik, tentu kita tinggalkan karena ini harus melaju dengan cepat Golkar ini. Perahu ini harus melaju pada tujuannya, ya, tidak ada yang mendayung ke belakang, tidak ada yang menggembosi,” tegasnya.

Reporter: Yulius N