Wacanabali.com, BADUNG – Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali mencatat telah melayani 17,6 juta penumpang selama periode Januari hingga September 2026. Capaian tersebut terdiri atas 11,3 juta penumpang rute internasional dan 6,2 juta penumpang rute domestik.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia (Persero) Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Nugroho Jati, mengatakan peningkatan pergerakan penumpang menjadi salah satu indikator dinamika perjalanan udara melalui Bali. Pihaknya terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, dan operasional untuk menjaga kelancaran pelayanan kepada pengguna jasa.

Kinerja positif juga terlihat pada triwulan III 2026. Selama Juli hingga September, Bandara Ngurah Rai melayani sekitar 6,6 juta penumpang, meningkat 16 persen dibandingkan triwulan II yang mencatat 5,9 juta penumpang.

Dari total penumpang pada triwulan III tersebut, sebanyak 4,3 juta merupakan penumpang internasional dan 2,3 juta penumpang domestik. Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai sekitar 37 ribu kali, terdiri atas 19 ribu pergerakan pesawat internasional dan 18 ribu pergerakan pesawat domestik.

Baca Juga  Dukung Kemajuan Pariwisata Bali, Tanly Hospitality Dorong Percepatan Pembangunan Fasilitas Pendukung

“Pergerakan penumpang selama Triwulan III menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika perjalanan udara melalui Bandara I Gusti Ngurah Rai. Kami terus memastikan kesiapan fasilitas, personel, serta seluruh aspek operasional bandara agar dapat mengakomodasi kebutuhan pengguna jasa dengan optimal,” ujar Nugroho Jati.

Sepanjang Januari hingga September 2026, Bandara Ngurah Rai mencatat sekitar 105 ribu pergerakan pesawat. Jumlah tersebut terdiri atas 56,9 ribu pergerakan pesawat rute internasional dan 48,6 ribu pergerakan pesawat rute domestik.

Dari sisi konektivitas domestik, rute Jakarta menjadi yang tersibuk dengan jumlah penumpang mencapai 2,7 juta orang. Posisi berikutnya ditempati rute Surabaya dengan 973 ribu penumpang, Labuan Bajo sebanyak 446 ribu penumpang, Lombok Praya sebanyak 356 ribu penumpang, serta Makassar dengan 328 ribu penumpang.

Baca Juga  Pesan Cok Ace ke JMSI Bali: Jaga Pariwisata

Sementara itu, untuk rute internasional, Singapura menjadi tujuan dengan jumlah penumpang terbanyak, yakni mencapai 2 juta orang. Selanjutnya, rute Kuala Lumpur melayani 1,1 juta penumpang, Perth sebanyak 900 ribu penumpang, Melbourne 828 ribu penumpang, dan Sydney 652 ribu penumpang.

Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman), Australia masih menjadi negara asal dengan jumlah kunjungan tertinggi ke Bali, yakni sekitar 1,3 juta orang. Berikutnya, wisatawan asal China tercatat sebanyak 474 ribu orang, India 406 ribu orang, Britania Raya 234 ribu orang, dan Korea Selatan 226 ribu orang.

Selain pertumbuhan jumlah penumpang, Bandara Ngurah Rai juga memperkuat konektivitas penerbangan melalui pembukaan sejumlah rute baru. Pada triwulan III 2026, tercatat delapan aktivasi penerbangan perdana atau inaugural flight, yang terdiri atas enam aktivasi rute domestik dan dua aktivasi rute internasional.

Rute domestik tersebut mencakup Waingapu dan Wakatobi serta penambahan layanan pada rute Surabaya dan Bandung. Sementara itu, konektivitas internasional diperkuat melalui penerbangan menuju Beijing Daxing yang dilayani China Eastern Airlines dan rute Phuket oleh TransNusa.

Baca Juga  Virus Nipah Merebak di India, Kadispar Bali: Kami Siaga

Nugroho Jati menegaskan, peningkatan jumlah penumpang harus diimbangi dengan konsistensi dalam menjaga keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pengguna jasa. Koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara juga terus diperkuat untuk mengantisipasi perubahan pola pergerakan penumpang.

“Bandara merupakan salah satu simpul utama dari pengalaman perjalanan para wisatawan di Pulau Bali. Karena itu kami berupaya menghadirkan layanan sepenuh hati, yang tidak hanya andal secara operasional, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi setiap pengguna jasa,” imbuhnya.

Dengan capaian tersebut, Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus memperkuat perannya sebagai pintu gerbang utama perjalanan udara menuju Bali, sekaligus mendukung konektivitas transportasi dan mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara.