Tim SAR Evakuasi Lansia yang Terjatuh ke Jurang 45 Meter di Karangasem
Wacanabali.com, Karangasem – Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah seorang lansia berusia 70 tahun yang ditemukan terjatuh ke jurang sedalam sekitar 45 meter di Banjar Dinas Dukuh, Desa Sangkan Gunung, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, Bali, Minggu (18/10/2026).
Korban diketahui bernama I Made Rauh. Berdasarkan informasi awal yang diterima petugas, peristiwa tersebut diperkirakan terjadi pada Minggu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Putu Handika Bhayangkara, mengatakan laporan kejadian diterima dari Polsek Sidemen pada pukul 12.15 Wita. Pihak kepolisian meminta bantuan tim SAR untuk mengevakuasi korban dari dasar jurang.
Menurut kronologi awal, korban meninggalkan rumah pada Minggu dini hari. Beberapa waktu kemudian, anak-anak yang sedang memetik buah manggis menemukan korban di dasar jurang. Lokasi penemuan berada sekitar 300 meter ke arah timur dari rumah korban.
Kondisi medan yang terjal dan jalur evakuasi yang sulit dijangkau membuat proses penanganan memerlukan bantuan tim SAR gabungan.
Personel Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem berangkat menuju lokasi pada pukul 12.35 Wita menggunakan kendaraan *Rapid Deployment Land SAR*. Tim tiba di lokasi pada pukul 13.15 Wita, kemudian berkoordinasi dengan unsur terkait dan masyarakat setempat untuk mempersiapkan proses evakuasi.
Setelah melakukan persiapan sekitar lima menit, tim mulai mengevakuasi korban menggunakan sistem *lifting* atau pengangkatan dari dasar jurang. Proses evakuasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi jurang yang memiliki kedalaman sekitar 45 meter dan kemiringan mencapai 45 derajat.
Jenazah I Made Rauh berhasil dievakuasi pada pukul 13.50 Wita. Setelah proses evakuasi selesai, jenazah dibawa ke rumah duka atas permintaan pihak keluarga.
Operasi SAR tersebut melibatkan Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, Polsek Sidemen, Polres Karangasem, Babinsa Desa Sangkan Gunung, Damkar Karangasem, BPBD Karangasem, masyarakat setempat, serta pihak keluarga korban.

Tinggalkan Balasan