Wacanabali.com, Badung – Kasus kehilangan meteran air yang terjadi selama ini di Desa Dalung, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung akhirnya diungkap aparat Polres Badung.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kuta Utara, Iptu Komang Juliarto, pencurian dilakukan seorang pria berinisial AR (34). Pelaku disebut beraksi dengan menyamar sebagai kurir pengantar makanan.

“Pelaku beraksi seorang diri dan menyasar rumah-rumah warga pada malam hingga dini hari,” ujar Iptu Juliarto saat konferensi pers di Mapolres Badung, Rabu (21/10/2026).

Untuk mengambil meteran, kata Iptu Juliarto, pelaku merusak atau mencongkel bagian pengunci menggunakan alat. Proses pembongkaran berlangsung cepat, bahkan kurang dari lima menit.

Berdasarkan penyelidikan, aksi itu diduga telah berlangsung selama sekitar enam bulan di sejumlah kawasan yang berdekatan, termasuk wilayah Dalung.

Baca Juga  Buruh Proyek Korban Pengeroyokan Meninggal Dunia, Polisi Amankan 11 Orang

Polisi mencatat ada 18 rumah yang menjadi sasaran, tetapi jumlah tersebut diperkirakan masih dapat bertambah karena adanya dugaan kejadian serupa di wilayah Badung bagian utara dan Denpasar.

Meteran Dijual Rp300 Ribu

Setelah mengambil meteran air, pelaku diduga menjual barang curian itu dengan menawarkan langsung kepada calon pembeli melalui marketplace. Jika ada yang berminat, pelaku akan mengantarkan barang tersebut.

Harga jual setiap meteran air disebut berkisar Rp300.000. Polisi menduga aksi tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan cara mendapatkan uang secara mudah.

“Motif pelaku adalah motif ekonomi untuk mencari uang dengan mudah,” jelasnya.

Dampak pencurian tidak hanya berupa hilangnya meteran air. Pembongkaran meteran juga menyebabkan kebocoran hingga air menggenangi rumah warga.

Baca Juga  Curi Uang Kotak Amal Mushola di Jimbaran, Pria Ini Ditangkap Polisi

Dari hasil penyelidikan sementara, Iptu Juliarto, menyebut pelaku beraksi seorang diri. Hingga kini, belum ditemukan indikasi keterlibatan pelaku lain dalam rangkaian pencurian tersebut.

Kata dia, pihaknya masih mendalami kasus ini untuk memastikan kemungkinan adanya korban tambahan di wilayah Kuta Utara dan kawasan sekitarnya.

Reporter: Yulius N