Hujan Deras Picu Longsor di Sejumlah Titik Mendoyo
Wacanabali.com, Jembrana – Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Jembrana memicu tanah longsor di sejumlah titik wilayah Kecamatan Mendoyo. Akibatnya, sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan.
Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana, longsor terjadi di beberapa lokasi, di antaranya Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan, serta wilayah Desa Yehembang Kauh dan Desa Yehembang Kangin.
Di Banjar Yeh Mecebur, Desa Penyaringan, longsor terjadi sekitar pukul 20.00 Wita. Kerusakan cukup signifikan terlihat pada sisi kiri jalan dengan tinggi sekitar 10 meter dan panjang 20 meter. Sementara sisi kanan jalan mengalami kerusakan dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 10 meter.
Kerusakan juga terjadi di Desa Yehembang Kauh. Longsor mengakibatkan badan jalan mengalami kerusakan sepanjang kurang lebih 12 meter dengan ketinggian mencapai 3 meter.
Sementara itu, kondisi lebih parah terjadi di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin. Longsor yang terjadi sekitar pukul 19.00 Wita menyebabkan struktur senderan jalan ambrol dengan tinggi sekitar 6 meter dan panjang 12 meter.
“Longsor ditemukan ditiga titik di desa berbeda, Kerusakan cukup signifikan terjadi di Banjar Tibu Sambi, Desa Yehembang Kangin. Longsor tersebut menyebabkan struktur senderan jalan ambrol. Kerugian sementara akibat kejadian ini diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” jelas Kepala Pelaksana BPBD Jembrana I Putu Agus Arthana Putra, saat dikonfirmasi awak media, Sabtu (31/10/26).
Agus Arthana menambahkan, berdasarkan pemeriksaan awal, longsornya senderan jalan diduga dipicu tingginya debit air yang mengalir melalui gorong-gorong di bawah badan jalan. Selain itu, terdapat kemungkinan kebocoran pada saluran gorong-gorong sehingga struktur senderan tidak mampu menahan tekanan air.
Menyikapi kerusakan infrastruktur akibat bencana tersebut, Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan turun langsung meninjau dua titik terdampak di Kecamatan Mendoyo, yakni Banjar Anyar, Desa Penyaringan dan Banjar Munduk Anggrek Kaja, Desa Yehembang Kauh, Sabtu (31/10/26).
Didampingi sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, Bupati Jembrana menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman serta Perhubungan (PUPRhub) untuk segera melakukan pemeriksaan dan penghitungan teknis terhadap kerusakan infrastruktur. Hasil penghitungan tersebut akan menjadi dasar penganggaran perbaikan melalui Belanja Tidak Terduga (BTT).
“Pemerintah Daerah hadir untuk memastikan penanganan tanggap darurat berjalan cepat. Perhitungan perbaikan harus segera dirampungkan agar penanganan fisik dapat dianggarkan melalui dana BTT. Saya juga sudah perintahkan PU melakukan pengecekan teknis serta pengukuran di seluruh lokasi terdampak,”ungkapnya.
Selain memastikan rencana perbaikan infrastruktur, pihaknya juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
“Kami mengimbau warga dan para pengguna jalan agar ekstra hati-hati saat melintasi jalur-jalur yang rawan maupun lokasi terdampak longsor demi keselamatan bersama,” tegasnya.
Masyarakat, khususnya pengguna jalan yang melintasi kawasan rawan longsor, diminta lebih berhati-hati dan memperhatikan kondisi lingkungan sekitar. Kewaspadaan diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan maupun kerusakan jalan yang dapat membahayakan keselamatan.

Tinggalkan Balasan