Tangerang – Kementerian Perdagangan sebut tren pertumbuhan impor kopi dunia tumbuh 12 persen dalam lima tahun terakhir.

Menurut Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga, ini menunjukkan adanya peningkatan jumlah permintaan kopi. “Penikmat kopi global terus berkembang dengan permintaan yang tinggi untuk kopi berkualitas,” katanya dalam keterangan resmi Kemendag, Kamis (10/10/24).

Pihaknya menambahkan, Kemendag mendukung upaya ekspor kopi melalui sejumlah program dan inisiatif, termasuk fasilitas pendampingan hingga peningkatan kapasitas eksportir kopi di Indonesia.

“Kementerian Perdagangan menggulirkan fasilitas pendampingan untuk para eksportir demi menunjang kelancaran ekspor, misalnya sertifikasi dan penyusunan rencana ekspor. Selain itu, pemerintah terus mendorong digitalisasi dalam proses perizinan ekspor agar lebih efisien, transparan, dan mudah diakses semua pelaku usaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Hal ini untuk menyederhanakan proses ekspor,” imbuhnya.

Dikatakan, negara-negara tujuan ekspor tradisional mencakup Republik Rakyat Tiongkok (RRT), Amerika Serikat, dan Jepang. Sementara, negara tujuan ekspor nontradisional meliputi negara kawasan Asia Selatan dan Tengah, Timur Tengah, Afrika, dan Eropa Timur.

Dengan demikian, Jerry berharap eksportir menerapkan aspek 3K (Kuantitas, kualitas, dan kontinuitas).
“Bagi eksportir, harap perhatikan aspek 3K yang terdiri kuantitas, kualitas, dan kontinuitas. Pelajari regulasi negara tujuan ekspor untuk mendapatkan kualitas yang dibutuhkan dan perhatikan konsistensi. Jangan sampai terjadi ekspor bulan pertama kontainer penuh, ekspor bulan kedua separuh kontainer, dan ekspor lagi tiga bulan berikutnya,“ sambungnya.

Reporter: Komang Ari