Denpasar – Ratusan pekerja Trans Metro Dewata (TMD) terdampak pascatransportasi publik itu kini tak lagi beroperasi.

Untuk diketahui, karyawan TMD berjumlah 317 orang . Di mana, 228 orang di antaranya berprofesi sebagai pramudi.

Salah satu pramudi TMD, Ketut Wardana (53) mengaku kecewa atas keputusan tersebut. “Sedikit kecewa tapi mudah-mudahan berharap bisa berlanjut lagi. Karena sudah diminati masyarakat kan sudah membutuhkan sekali untuk mengurangi kemacetan di jalan,” kata dia saat ditemui di Terminal Ubung, Kamis (2/1/25).

Pramudi yang dalam kesehariannya beroperasi di koridor enam ini kini terpaksa menganggur usai TMD berhenti beroperasi per 1 Januari 2025 kemarin. “Ya sekarang saya tidak ada kegiatan apa lagi, paling hanya di rumah,” sambung pria asal Ubung ini.

Baca Juga  FDTB Nantikan Realisasi Janji Operasional TMD April 2025

Senada dengan itu, pramudi lainnya, Ida Bagus Gede Putu Riyantana (41) juga menyayangkan penghentian operasi transportasi publik yang telah beroperasi di Pulau Dewata ini sejak tahun 2020.

“Ya pasti kecewa, otomatis kami mencar kembali ke pekerjaan lama di (sektor) pariwisata cuma kami tetap berharap pemprov memperhatikan ini, tidak hanya kami yang tidak makan. Penumpang juga tersendat pekerjaannya,” kata dia.

“Kalau dari kami bukan hanya driver saja, ada mekanik, security, tukang cuci bus, tukang pel, penumpang, terbukti kemarin dari pagi kalau dihitung sudah ratusan penumpang tidak tahu akan diberhentikannya operasional tmd, jadi banyak lah yang terkendala dari sini,” sambungnya.

Pihaknya mengaku kini tengah menunggu kemungkinan TMD ini kembali beroperasi. “Kami tetap stay sesuai arahan direksi, kami sangat percaya kepada pimpinan. Kalau kepastiannya belum, kemungkinan Januari ini masih diam semoga semakin cepat. Kami masih setia menunggu,” imbuhnya.

Baca Juga  DPRD Bali: Operasi Trans Metro Dewata Didanai APBD

Sementara itu, Direktur PT Satria Trans Jaya, I Ketut Eddy Dharmaputra mengungkapkan, pihaknya sementara akan tetap memberikan gaji kepada para karyawan.

“Jadi sementara ini, manajemen tentunya memberikan gaji ketiga belas dulu, sambil ini diurus dulu mudah-mudahan harapan kami lebih cepat lebih tanggap dari kementerian mengambil sikap keputusannya dengan pemerintah daerah,” ujarnya.

Saat ini, ia mengaku telah melakukan komunikasi secara intens dengan pemerintah daerah. Begitupula pemerintah daerah tengah bersurat kepada pemerintah pusat.

“Intens sudah dilakukan, sepertinya pak Pj Gubernur juga welcome makanya beliau bersurat kepada kementerian, gubernur terpilih, Pak Koster juga kelihatannya dalam statemennya juga mendukung TMD ini dipertahankan,” imbuhnya.

Reporter: Komang Ari

Baca Juga  BEM Unud-Pengguna TMD Ngadu ke DPRD Bali, Desak TMD Kembali Beroperasi