Denpasar – Operasi Trans Metro Dewata akan dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi Bali.

Hal itu disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Bali Dewa Made Mahayadnya saat didatangi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Udayana (Unud) dan ratusan pengguna TMD di Wantilan DPRD Bali, Kamis (27/2/25).

Pria yang akrab disapa Dewa Jack ini mengungkapkan, anggaran tersebut berasal dari APBD perubahan 2025 yang digunakan mendahului.

“APBD induk tahun 2025 kan sudah ketok palu. Jadi, kita muter-muter terus mencari solusinya. Nah, ternyata kami mendapatkan celah dengan menggunakan APBD perubahan 2025 mendalului,” ucapnya.

Ia menambahkan bahwa penggunaan anggaran tersebut tetap harus melalui sidang paripurna dan masih dalam proses.

Baca Juga  Soal Usulan Kenaikan Pungutan Wisatawan Asing, GIPI Bali: Tahun Pertama Fokus Penyempurnaan Sistem Dulu

“Nah ini boleh, asal lewat sidang paripurna dan ini berproses. Jadi, bersabar,” jelasnya.

Ia menegaskan, penggunaan anggaran mendahului ini tidak akan mengganggu alokasi anggaran untuk sektor lain.

“APBD kita tahun 2025 kan sudah tidak ada defisit. Malah ada surplus Rp120 miliar di tahun 2025 ini, jadi percayalah nanti kami akan berkoordinasi dengan Gubernur,” sambung Dewa Jack.

“Kita akan menggunakan anggaran mendahului,” tambahnya

Reporter: Komang Ari