Wacanabali.com, Klungkung – Pemerintah Kabupaten Klungkung terus memperkuat infrastruktur jalan di wilayah Nusa Penida. Salah satunya melalui peningkatan Jalan Lingkar Ceningan sepanjang 3,7 kilometer yang menjadi akses penting menuju Pelabuhan Bias Munjul, Pura Tri Adi Sakti, Pura Batu Melawang, hingga kawasan wisata Jembatan Kuning.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPRPKP) Kabupaten Klungkung, I Made Jati Laksana, mengatakan penanganan Jalan Lingkar Ceningan mulai dilaksanakan pada 13 Juli 2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp9,4 miliar.

“Peningkatan jalan ini diharapkan dapat memberikan akses yang lebih baik dan mendukung kelancaran mobilitas masyarakat maupun wisatawan di kawasan Ceningan,” ujar Jati Laksana, Senin (7/9/2026).

Baca Juga  Tidak Masuk Data Base, Sopir Kontrak Mengeluh ke Gung Anom

Dalam pengerjaannya, peningkatan jalan menggunakan aspal hotmix, beton bahu jalan, serta pemasangan batu pada sejumlah bagian yang diperlukan. Pekerjaan tersebut dibiayai melalui APBD Kabupaten Klungkung yang bersumber dari dana pinjaman PT BPD Bali Tahun Anggaran 2026.

Hingga 31 Agustus 2026, progres pekerjaan menunjukkan capaian positif. Dari target rencana sebesar 1,795 persen, realisasi pekerjaan telah mencapai 1,831 persen atau mengalami deviasi positif sebesar 0,036 persen.

Peningkatan Jalan Lingkar Ceningan diharapkan dapat memberikan dampak terhadap kelancaran aktivitas masyarakat setempat, sekaligus meningkatkan kenyamanan akses bagi wisatawan yang berkunjung ke berbagai kawasan di Ceningan.

Jalur tersebut memiliki peran penting karena menghubungkan sejumlah titik yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat maupun tujuan wisata, termasuk akses menuju Pelabuhan Bias Munjul serta kawasan Jembatan Kuning dan sejumlah pura yang berada di sekitar jalur lingkar.

Baca Juga  Perkuat Budaya Lokal, DPRD dan Pemkab Klungkung Sahkan Perda Pemajuan Kebudayaan

Pemkab Klungkung juga menyampaikan permakluman kepada masyarakat dan pengguna jalan atas ketidaknyamanan yang mungkin timbul selama proses pengerjaan berlangsung. Masyarakat diminta tetap berhati-hati ketika melintas di sekitar lokasi proyek.

“Masyarakat dan pengguna jalan agar tetap berhati-hati saat melintas di sekitar area proyek, patuhi rambu-rambu lalu lintas serta ikuti arahan petugas di lapangan demi keselamatan dan kelancaran bersama,” tutup Jati Laksana.