Kemarau, Kebakaran Lahan di Jembrana Capai 36 Kasus, Pembakaran Sampah Jadi Pemicu
Wacanabali.com, Jembrana – Warga Kabupaten Jembrana, Bali, diminta semakin waspada terhadap potensi kebakaran lahan di tengah kondisi kemarau. Sepanjang Juni hingga September 2026, tercatat 36 kejadian kebakaran lahan, dan berdasarkan data Satpol PP Jembrana, kejadian terbanyak dipicu pembakaran sampah yang kemudian merembet ke lahan.
Kasat Pol PP Kabupaten Jembrana I Ketut Eko Susila Artha Permana mengatakan, jumlah kejadian kebakaran lahan menunjukkan peningkatan cukup tajam dalam beberapa bulan terakhir.
“Dari data yang kami catat, selama Juni sampai September 2026 terdapat 36 kejadian kebakaran lahan. Yang paling banyak dipicu dari pembakaran sampah, kemudian api merembet ke lahan,” ungkapnya.
Berdasarkan catatan tersebut, pada Juni terjadi dua kejadian kebakaran lahan. Jumlahnya meningkat menjadi enam kasus pada Juli, kemudian melonjak menjadi 16 kasus pada Agustus. Sementara pada September tercatat 12 kejadian.
Tingginya kejadian kebakaran tersebut perlu menjadi perhatian karena kondisi lahan yang lebih kering saat kemarau dapat membuat api lebih mudah menjalar. Pembakaran sampah yang awalnya dilakukan dalam skala kecil berpotensi berubah menjadi kebakaran apabila api tidak diawasi dan merambat ke vegetasi kering di sekitarnya.

Tinggalkan Balasan