Wacanabali.com, Karangasem – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Warmadewa menggelar aksi sosial di Desa Bebandem, Kabupaten Karangasem, selama dua hari pada 10–11 April 2026. Kegiatan bertema “Membangun Kesadaran dan Aksi Nyata Mahasiswa dan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah yang Berkelanjutan” ini bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif sekaligus mendorong praktik pengelolaan sampah yang aplikatif di masyarakat.

Kegiatan hari pertama, Jumat (10/4/2026), diawali dengan seremoni pembukaan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Karangasem, Ir. I Ketut Sedana Merta,Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Universitas Warmadewa, Prof. Dr. I Nyoman Sujana perwakilan Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali, Kepala Desa Bebandem, serta tokoh masyarakat dan pelajar.

Baca Juga  Arus Mudik Sisakan Tumpukan Sampah di Gilimanuk

Dalam sambutannya, Sekda Karangasem mengapresiasi pelaksanaan aksi sosial tersebut dan menyampaikan terima kasih atas dipilihnya Desa Bebandem sebagai lokasi kegiatan. Ia menilai kegiatan ini sebagai bentuk sinergi positif antara dunia pendidikan dan masyarakat dalam upaya meningkatkan kesejahteraan sosial.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Universitas Warmadewa menegaskan bahwa kegiatan mahasiswa harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat, sejalan dengan harapan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan talkshow bertema pengelolaan sampah berkelanjutan yang menghadirkan narasumber dari kalangan akademisi Universitas Warmadewa, LSM Merah Putih Hijau, serta Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Bali. Talkshow tersebut diikuti oleh sekitar 15 tokoh masyarakat Desa Bebandem serta pelajar dari SMKN 1 Bebandem, SMP Negeri 1 Bebandem, SMP Negeri 2 Bebandem, dan SD Negeri 1 Bebandem.

Baca Juga  Truk Pengangkut Rusak, Sampah di Depo Pulau Kawe Meluber

Wakil Presiden BEM Universitas Warmadewa, Adrianus Todang, menyatakan bahwa talkshow ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan langkah nyata dalam memberikan edukasi yang masif kepada masyarakat terkait pentingnya pengelolaan sampah.

Memasuki hari kedua, Sabtu (11/4/2026), kegiatan difokuskan pada praktik langsung berupa edukasi pengolahan sampah plastik menjadi kerajinan tangan bernilai ekonomis serta pembuatan biopori. Kegiatan ini dilaksanakan di dua lokasi, yakni Kantor Desa Bebandem dan SD Negeri 1 Bebandem.

Edukasi tersebut dipandu oleh I Nyoman Patut dari LSM Nukari Serangan, dengan melibatkan pelajar dan masyarakat setempat yang tetap antusias mengikuti rangkaian kegiatan hingga hari terakhir.

Adrianus Todang menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk implementasi nyata dari konsep “kampus berdampak”. Menurutnya, BEM Universitas Warmadewa berupaya menghadirkan program yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Baca Juga  Dialog dengan Mahasiswa, Koster Tegaskan Open Dumping Ditutup Agustus 2026

“Melalui talkshow edukatif dan praktik lapangan, kami ingin mempertegas peran mahasiswa sebagai agent of change yang responsif terhadap isu-isu krusial, khususnya pengelolaan sampah di Bali,” ujarnya.

 

Reporter: Yulius N