Denpasar – Psikiater dr I Gusti Rai Putra Wiguna SpKJ, mengungkap maraknya kasus bunuh diri di Provinsi Bali membuat Bali menduduki peringkat tiga dari seluruh Provinsi di Indonesia.

“Kalau dilihat dari data riset yang dilakukan oleh good stats Provinsi Bali ada di nomor 3 dari 38 Provinsi yang ada di Indonesia, setelah Jawa Tengah di peringkat pertama dan Jawa Timur di peringkat kedua,” ujarnya kepada wacanabali.com, Selasa (12/10/23).

dr Rai menjelaskan angka tersebut diperoleh dari rentan waktu Januari sampai Juli dan ada kemungkinan peningkatan kasus hingga akhir tahun nanti.

“Data dari kurun waktu Januari sampai Juli saja sudah ada 61 kasus bunuh diri yang terdata ini memungkinkan ada penambahan kasus hingga akhir tahun nanti,” imbuhnya.

Baca Juga  Diduga Depresi, Seorang Lansia Asal Sangeh Ditemukan Gantung Diri

Lebih lanjut dr Rai menambahkan dari 61 kasus bunuh diri, rasio bunuh diri di Bali menjadi yang tertinggi dari ke 38 Provinsi yang ada di Indonesia

“Yang menjadi masalah jika dilihat dari rasionya Provinsi Bali ada di nomor satu secara nasional, karena dari 61 kasus dibagi dengan 4,5 juta penduduk itu rata rata 13,5 juta per 1 penduduk meninggal karena bunuh diri di Bali,” terangnya.

Dirinya menjelaskan untuk saat ini kasus bunuh diri yang ada di Bali didominasi oleh lansia dengan penyumbang kasus terbanyak.

“Lansia menjadi penyumbang kasus terbanyak untuk kasus bunuh diri di Bali, karena sebagian besar kasus disumbangkan oleh lansia,” tegasnya.

Baca Juga  Marak Kasus Bunuh Diri, Ahli Ingatkan Pentingnya Jaga Kesehatan Mental

Faktor lansia sebagai penyumbang kasus bunuh diri terbesar adalah sakit berkepanjangan yang membuat putus asa, sehingga mengambil tindakan bunuh diri.

“Sering dijumpai lansia yang melakukan bunuh diri motifnya adalah sakit yang berkepanjangan selain sulitnya mengakses pelayanan kesehatan mental dan stigma jika ke psikiater adalah aib memperparah keadaan pasien,” tutupnya.

Reporter: Dewa Fathur