Denpasar – Rendahnya tingkat literasi Indonesia menjadi kekhawatiran sejumlah pihak. Salah satunya Adya Foundation, sebuah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang bergerak dalam isu literasi di Bali untuk meningkatkan well-being khususnya pada pemanfaatan buku bergambar kontekstual.

Pendiri Adya Foundation, Zeni Natalya menyebutkan salah satu program yang tengah digencarkan dalam rangka menumbuhkan budaya literasi yakni bernama Sanak Saku (Satu Anak, Satu Buku).

“Sanak Saku menjadi salah satu program yang digagas Adya Foundation selain Anak Desa Berkarya dan Berdaya (ADYA),” sebutnya kepada wacanabali.com, Senin (22/1/24).

Teranyar, pihaknya menggandeng Rotary Club hibahkan buku-buku anak yang diproduksi Adya Foundation kepada 158 anak di Desa Selat, Karangasem.

Baca Juga  Adya Foundation Resmi Dibubarkan, Program Peningkatan Literasi Disebut akan Terus Berlanjut

“Pada Sabtu, 20 Januari 2024 buku Petualangan Mencari Cemcem bersama tiga buku lainnya yakni Kisah Nasi Pangkon, Sepatu Baru Vale dan Toleransi itu Indah. Pembagian buku ini dilakukan dengan mengimplementasikan kegiatan Satu Anak, Satu Buku di SDN 3
Duda dan Rumah Belajar Rotary,” tandas Zeni.

Terakhir dirinya berharap, melalui program-program yang dijalankan, anak-anak Desa di Bali dapat tumbuh berdaya sesuai dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing.

“Intinya kedua program memberikan wadah kreativitas anak-anak sehingga mereka mampu berkarya. Ia percaya bahwa setiap anak memiliki bakat alami mereka masing-masing,” pungkasnya.

Reporter: Komang Ari