Denpasar – Komunitas seniman Bali, Chitrakala berkolaborasi dengan Bank Permata menghadirkan pameran seni rupa bertajuk “Environment” sebagai bentuk kekhawatiran terhadap isu lingkungan saat ini. Ni Made Sri Yogi Lestari, Founder Yayasan Sasthi Svara adalah sosok perempuan, tokoh muda Bali yang menjadi penggagas acara ini.

Melalui inisiasi event Chitrakala yang dikomando oleh Krisna B. Simamora, Yayasan Sasthi Svara berupaya memberi ruang bagi perupa untuk menampilkan karya-karyanya.

Kepada wacanabali.com, Sri Yogi Lestari menyampaikan pameran ini digelar untuk menggalang donasi yang nantinya akan salurkan kepada “Malu Dong Community”, yakni sebuah komunitas yang berkonsentrasi pada isu lingkungan di Bali.

“Kita coba display (tampilkan) karya-karya dari beberapa perupa di Bali untuk nanti dibeli dan keuntungannya akan donasikan kepada komunitas “Malu Dong”,” ungkapnya kepada wacanabali.com, Jumat (26/1/23).

Baca Juga  Mengenal Sri Yogi Lestari, Satu dari Sedikit Caleg Perempuan Bali

Lebih lanjut, Yogi panggilan akrabnya, mengatakan pameran ini merupakan sarana untuk mengapresiasi karya-karya seniman di Bali.

“Kita pengen ini jadi program yang berkelanjutan selain punya dampak nyata pada komunitas-komunitas lain, kami menginginkan ada kontribusi ke seniman. Karena biasanya perupa jarang melakukan pendekatan komersial, kami melihat gap itu. Nah, kenapa tidak kami jadikan sebagai ekonomi kreatif,” terangnya.

Senada dengan hal itu, Krisna B. Simamora berharap karya-karya yang ditampilkan pada pameran ini menjadi jembatan untuk mengkritisi kekhawatiran masyarakat terhadap persoalan lingkungan kini.

“Kekhawatiran kami lebih ke arah lingkungan. Makanya, karya-karya kami hadir sebagai protes. Jangan-jangan sebentar lagi kita hidup dengan sampah,” singgungnya.

Baca Juga  Yogi Lestari: Program Susu dan Makan Gratis Prabowo-Gibran Wujudkan Generasi Emas 2045

Untuk diketahui, rangkaian pembukaan pameran akan digelar hingga 28 Januari mendatang. Namun, pameran akan tetap dibuka untuk umum hingga 8 Februari 2024 berlokasi di Uma Seminyak, Bali.

Reporter: Komang Ari