Denpasar – Aliansi Mahasiswa Bali mendatangi kantor KPU provinsi untuk menuntut Hasyim Asy’ari mundur dari jabatan Ketua KPU RI. Alasannya, mereka mengatakan Hasyim Asy’ari sudah berkai-kali melanggar kode etik dalam menjalankan tugasnya.

“Kami menuntut ketua KPU RI, Hasyim Asy’ari untuk mengundurkan diri karena dia (Hasyim Asy’ari) sudah berkali-kali melanggar kode etik dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Ricardo selaku koordinator aksi kepada wacananabali.com, pada Jumat (9/2/24).

Lebih lanjut wakil ketua BEM Unud itu, menyebut pihaknya mengutuk tindakan Hasyim Asy’ari meloloskan pencalonan Gibran Rakabuming Raka sebagai wakil Presiden mendampingi Prabowo Subianto yang terbukti melanggar konstitusi.

“Kami tentu menyesalkan dan mengutuk tindakan Ketua KPU RI atas tindakannya yang meloloskan Gibran sebagai calon wakil presiden Prabowo Subianto yang terbukti melanggar konstitusi,” tegasnya.

Baca Juga  SMSI Bali Kolaborasi KPU Se-Bali Tangkal Hoaks

Sementara Ketua KPU Bali I Dewa Gede Agung Lidartawan saat menerima masa aksi di depan kantor KPU Bali, dirinya meminta untuk menempuh jalur hukum apabila Hasyim Asy’ari terbukti bersalah.

“Indonesia adalah negara hukum. Kalau dia (Hasyim Asy’ari) melanggar hukum, ya pasti kan dihukum. Silakan saja kalian berjuang apakah betul dia melanggar hukum. Tidak semua orang bisa menjustifikasi orang ini bersalah, tapi pengadilan yang memutuskan. Silahkan saja kalian berjuang dengan menempuh jalur hukum. Kalau saya tidak berkomentar soal masalah itu” tegasnya

Sementara itu, ada enam tuntutan lain yang disampaikan oleh massa aksi selain menuntut Hasyim Asy’ari mundur dari jabatannya sebagai ketua KPU RI. Salah satunya menuntut Presiden Jokowi bersama menterinya dan pejabat publik lainnya agar segera mengundurkan diri jika ingin bergabung dalam tim pemenangan salah satu paslon.

Baca Juga  Jadi Pendaftar Terakhir, Partai Gelora Bali Sebut Alami Kendala

Diketahui massa aksi tersebut diantaranya Universitas Udayana, Cipayung plus Bali yang terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia, Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam dan Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia serta beberapa kampus dan organisasi lainnya di Bali.

Reporter: Yulius N