Denpasar – Dosen Universitas Warmadewa Dr I Made Pria Dharsana menghimbau masyarakat agar mewaspadai pergerakan politisi dengan ‘muka dua’ dalam kontestasi politik saat ini.

“Saat ini banyak politisi kita mempraktekan politik muka dua, tanpa akar dan ikatan ideologi yang kokoh, serta hanya bergerak untuk kepentingan dan keuntungan sesaat, untuk diri sendiri dan kelompoknya saja, yang mereka perjuangan,” ujarnya kepada wacanabali.com, Sabtu (10/2/24).

Ia menambahkan bahwa politik muka dua yang dimaksud adalah para politisi akan lari pada kekuasaan, tidak akan memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Dimana ada kekuasaan, disitulah mereka (politisi, red) berpihak. Kekuasaan yang lama runtuh, paling mereka berpaling ke kuasaan yang baru. Artinya, politisi kita tidak istiqamah dalam berpolitik,” sambungnya.

Baca Juga  Bawaslu Badung Ingatkan Parpol Pasang APK Sesuai Regulasi

Pria Dharsana berpandangan, politik adalah seni menggunakan kekuasaan, karenanya kekuasan politik harus diberikan kepada orang-orang yang bijak atau orang-orang yang punya etika moral yang baik.

“Jika politisi tidak dibekali moral yang baik, bakal berujung pada kehancuran. Meminjam istilah Aldous Huxley (penulis filsuf Inggris 1894, red) jika politisi tidak bergerak dengan baik, maka mereka (politisi, red) hanya akan menjadi pedagang politik, dimana yang dipentingkan adalah keuntungan,” tegasnya.

“Mesti diakui, sekalipun Indonesia telah melakukan reformasi politik selama kurang lebih 24 tahun, namun demokrasi yang ingin ditegakkan sampai saat ini belum sesuai dengan yang diharapkan,” pungkasnya.

Reporter: Dewa Fathur