Denpasar – Penjabat Gubernur provinsi Bali, Irjen (Purn) SangMade Mahendra Jaya meminta pengusaha agar memberikan izin kepada karyawan yang memiliki hakpilih pada tanggal 14 Februari 2024 mendatang untuk ikut coblos.

“Saya meminta kepada Bapak/Ibu yang memiliki karyawan pada tanggal 14 Februari 2024 tidak libur atau harus bekerja karena memang usahanya memberikan pelayanan, agar membuat pengaturan sehingga semua karyawanya dapat memberikan hak pilihnya,” kata PJ Gubernur Bali itu dengan tegas dihadapan para pengusaha, pada Senin, (12/2/24).

Hal tersebut disampaikan pada saat Peluncuran Pungutan Bagi Wisatawan Asing’ di Hotel Puri Santrian, Sanur, Denpasar. Dirinya pun mengajak seluruh masyarakat Bali untuk datang ke TPS bagi yang bagi yang memiliki hak pilih.

Baca Juga  TKN Prabowo-Gibran Sebut Program Makan Siang Gratis Dorong Kesejahteraan di 76 Negara

“Saya meminta kepada seluruh masyarakat Bali yang memiliki hak pilih, pada tanggal 14 Februari 2024 sesuai jadwal yang sudah diatur oleh KPPS atau KPU untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya dengan baik,”ungkapnya.

“Penggunaan hak pilih adalah swadarma terhadap Negara yang sangat penting guna keberlanjutan Pemerintahan, kemajuan Bangsa dan Negara,” tambahnya .

Lebih lanjut, PJ Gubernur Bali itu menegaskan bahwa kesuksesan pemilu yang nantinya akan menghasilkan pemimpin dengan legitimasi yang kuat apabila adanya partisipasi publik yang tinggi.

“Salah satu indikator kesuksesan Pemilu adalah tingginya tingkat partisipasi publik, semakin tinggi tingkat partisipasi publik, menunjukkan kuatnya legitimasi terhadap pemimpin,” jelasnya.

Karena itu, Ia mengingatkan bahwa target KPU provinsiBali dalam pemilu kali ini 83% partisipasi publik. Sehingga Ia berharap masyarakat Bali yang memiliki hak pilih dapat dipergunakan dengan sebaik-baiknya.

Baca Juga  PMKRI Denpasar Ingatkan Mahasiswa Tidak "Plin-Plan" Kawal Demokrasi

“Terkait hal tersebut KPU Provinsi Bali telah menargetkan partisipasi publik dalam Pemilu Tahun 2024 adalah 83%. Suatu angka yang realistis kalau melihat partisipasi publik di Bali pada Pemilu sebelumnya (Tahun 2019 di atas 80%),” pungkasnya.