Badung – Pascadigelarnya rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 di Bali secara nasional oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Panglingsir Puri Ageng Mengwi, Ida A A Gde Agung menyebut, hasil tersebut murni aspirasi masyarakat Bali pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, Sabtu (16/3/24).

Bupati Badung periode 2005-2015 tersebut juga menilai, potensi adanya kecurangan dalam proses Pemilu di Bali mustahil terjadi, mengingat Undang-Undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah mengatur secara ketat setiap prosesnya. Selain itu, masyarakat Bali saat ini sudah mulai memahami sistem peraturannya, sehingga mampu menentukan pilihan masing-masing di Pilpres dan Pileg walaupun digelar serentak pada Pemilu 2024.

“Titiang (saya, red) percaya sekali hasil (pilpres, red) tersebut alami. Itu murni aspirasi masyarakat Bali, ampure (maaf, red) menyinggung sedikit perkembangan politik. Sira nak ngaden (siapa yang menyangka, red) hasilnya akan seperti itu, ada yang bilang itu curang tapi mustahil bagi tiang. Mangkin ampunan tiang joh (tidak usah saya jauh, red) ambil contoh, seperti di Petang, siapa yang mau berani curang disana? Hasilnya jelas bukti alami,” ungkap Ida A A Gde Agung saat menghadiri pertemuan di Kapal, Mengwi, Sabtu (16/3/24).

Baca Juga  Angka Pemudik Diprediksi Meningkat, Jokowi Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal

Seperti diberitakan sebelumnya, berdasarkan data lapangan yang berhasil dihimpun redaksi wacanabali.com dari sejumlah saksi di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) sehari setelah pencoblosan 14 Feb 2024 lalu, tercatat Prabowo-Gibran memimpin dengan perolehan 1.626 suara, sedangkan Ganjar-Mahfud tercatat meraih 1.116 dari hasil total perhitungan suara di 13 TPS yang tersebar di Petang.

Paslon Gama juga tercatat unggul di beberapa TPS tersebut diantaranya, di TPS 1 dan 2 Petang Kelod, TPS 7 dan 8 Kerta dan TPS 9 Banjar Lipah dan TPS sisanya dimenangkan oleh Paslon Prabowo-Gibran. Dengan rincian sebagai berikut:

 

● TPS 1 Petang Kelod.

Prabowo: 91 suara.

Ganjar: 113 suara.

 

● TPS 2 Petang Kelod.

Prabowo: 86 suara.

Ganjar: 110 suara.

 

● TPS 4 di Serbaguna Petang

Prabowo:160 suara.

Ganjar: 95 suara.

 

● TPS 5 Banjar Kaja Badung.

Prabowo: 155 suara.

Ganjar: 111 suara.

 

● TPS 6 SDN 1 Petang.

Prabowo: 149 suara.

Ganjar: 102 suara.

 

● TPS 3 Petang Tengah.

Prabowo: 188 suara.

Ganjar: 88 suara.

 

● TPS 7 Kerta Badung.

Prabowo: 121 suara.

Ganjar: 138 suara.

 

● TPS 8 Kerta Badung.

Prabowo: 99 suara.

Ganjar: 152.

 

● TPS 10 Munduk Damping.

Prabowo: 129 Suara.

Ganjar: 70 Suara.

 

● TPS 11 Dinas Angantiga.

Prabowo: 115 suara.

Ganjar: 46 suara.

 

● TPS 12 Angantiga.

Prabowo: 118 suara.

Ganjar: 44 suara.

 

● TPS 13 Angantiga.

Prabowo: 124 suara.

Ganjar: 40 suara.

 

● TPS 9 Banjar Lipah.

Prabowo: 91 suara.

Ganjar: 150 suara.

Berdasarkan data hasil hitung cepat Saksi tersebut Prabowo-Gibran unggul secara agregat dari Ganjar-Mahfud di 13 TPS wilayah Petang. Sehingga sangat rasional ketika A A Gde Agung menyatakan pesimis terhadap adanya potensi kecurangan Pemilu di Bali, dimana berdasarkan data perhitungan murni di wilayah yang dijadikan contoh tersebut hasilnya justru diluar prediksi semua orang.

Baca Juga  Benarkah Ketua BEM Unud Mendapat Intimidasi?

“Jujur saja saya sangat awam untuk urusan analisis dan prediksi. Saya juga sudah banyak berdiskusi dengan para pakar, dari awal mulai debat (capres, red) disiarkan sudah banyak muncul prediksi. Saya ambil contoh kecil itu saja diluar dugaan, sehingga saya simpulkan semua hasil (pilpres, red) dari Bali itu alami terjadi,” tutupnya.

Reporter: Gung Krisna