Jakarta – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengaku akan pastikan Pramuka sebagai ekstrakurikuler yang wajib disediakan oleh setiap satuan pendidikan.

Hal ini diungkap Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Anindito Aditomo tak lepas dari adanya desas-desus penghilangan ekstrakurikuler Pramuka di satuan pendidikan yang ada.

“Permendikbud Ristek 12/2024 tidak mengubah ketentuan bahwa Pramuka adalah ekstrakurikuler yang wajib disediakan sekolah. Sekolah tetap wajib menyediakan setidaknya satu kegiatan ekstrakulikuler, yaitu Pramuka,” ujar Anindito dikutip dalam rilis Kemendikbud Ristek, Senin (1/4/24).

Pihaknya menerangkan, aturan Permendikbud Ristek Nomor 12 Tahun 2024 akan merevisi bagian Pendidikan Kepramukaan dalam Model Blok yang mewajibkan perkemahan, menjadi tidak wajib. Namun demikian, jika satuan pendidikan akan menyelenggarakan kegiatan perkemahan, maka tetap diperbolehkan. Selain itu, keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler juga bersifat sukarela.

Baca Juga  "Drama Ketidakadilan" Kasus SPI Unud, Hotman: 40 Rektor PTN lain Ikut Terancam

“UU 12/2010 menyatakan bahwa gerakan pramuka bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis. Sejalan dengan hal itu, Permendikbud Ristek 12/2024 mengatur bahwa keikutsertaan murid dalam kegiatan ekstrakurikuler, termasuk Pramuka, bersifat sukarela,” kata Anindito.

Ia menegaskan akan memperjelas ketentuan teknis Pramuka sebelum tahun ajaran baru melalui panduan implementasi kurikulum merdeka.

“Pada intinya setiap sekolah tetap wajib menawarkan Pramuka sebagai salah satu ekstrakurikuler. Ketentuan ini tidak berubah dari kurikulum sebelumnya,” tutup Anindito.

Reporter: Komang Ari