BKKBN Bali Optimis Angka Stunting Turun Jadi 6,15%
Denpasar – Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Bali Sarles Brabar mengaku optimis angka stunting di Bali pada tahun 2024 menurun jadi 6,15%.
Pihaknya menuturkan, terhitung sejak 2022 lalu, angka stunting di Bali terus mengalami penurunan mendekati target yang telah ditetapkan.
“di tahun 2023 target kita 7,1% dan hasilnya sudah mendekati dari target yakni 7,2%,” sebutnya ketika diwawancarai Wacanabali.com di Denpasar, Rabu (3/4/24).
Ia menambahkan, penanganan stunting saat ini tengah digencarkan dengan upaya meningkatkan kolaborasi pentahelix yang melibatkan akademisi, sektor bisnis, pemerintah, komunitas dan juga media.
“Ini juga mengacu pada Perpres No 72 tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting,” sambung Sarles.
Senada dengan hal itu, Ketua Satgas Stunting BKKBN Bali dr Ni Made Ayu Witriasih menegaskan, sasaran penurunan angka stunting tahun ini diklasifikasikan menjadi dua yakni sasaran super prioritas dan prioritas.
Sasaran super prioritas terdiri atas ibu hamil dan anak di bawah usia dua tahun (baduta). Sedangkan, sasaran prioritas diperuntukan pada calon pengantin (catin).
“Hingga saat ini kita terus mengupayakan berbagai hal, termasuk menggencarkan sosialisasi dan pendampingan keluarga dalam menekan angka stunting di Bali,” pungkasnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan