Denpasar – Mantan Gubernur Bali periode 2018-2023, I Wayan Koster mengatakan populasi manusia Bali semakin berkurang lantaran program keluarga berencana (KB).

Hal ini disampaikan Wayan Koster dalam beberapa kesempatan memberikan kuliah umum, di beberapa kampus di Bali.

Menurutnya program itu berhasil membuat Nyoman dan Ketut nyaris punah. Sebagaimana diketahui, dalam tradisi penamaan orang Bali, Nyoman adalah anak ketiga dan Ketut adalah anak keempat.

Sementara untuk Wayan, Putu, dan Gede adalah anak pertama. Kemudian Made, Nengah, dan Kadek atau Kade adalah anak kedua.

Usut punya usut, kata dia, setelah ditelusuri menurunnya populasi manusia Bali itu dikarenakan program Keluarga Berencana (KB) dua anak cukup.

Baca Juga  Wayan Koster: Pemerataan Pembangunan Bali Selatan-Utara, Jadi Kunci Atasi Kemacetan

“Usut punya usut setelah saya dalami ini gara-gara KB dua anak laki-laki atau perempuan sama saja yang berlaku selama puluhan tahun di masa lalu,” ungkapnya.

Koster mengaku telah membicarakan hal itu kepada pihak Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) agar manusia Bali boleh memiliki anak hingga 4 anak untuk mempertahankan Nyoman dan Ketut.

Ia kemudian mengatakan pada akhir 2023, jumlah penduduk Provinsi Bali diperkirakan mencapai 4.344.554 jiwa. Mengalami pertumbuhan 1,01 persen pertahun.

“Saya menelusuri data ini, ternyata pertumbuhan penduduk 1,01 persen ini sumbernya adalah pendatang. Orang luar masuk Bali ada yang menetap ada yang tidak menetap tapi dia ber-KTP Bali ini meningkat sedangkan populasi orang Bali itu menurun,” ungkap Koster.

Baca Juga  Alih Fungsi Lahan Karena Ekspansi Pariwisata, Koster: Kedepan Kita Akan Tata Ulang

Reporter: Yulius N