Denpasar – Menstrual Hygiene Day atau Hari Kebersihan Menstruasi diperingati setiap tanggal 28 Mei.

Hal ini pertama kali diinisiasi oleh lembaga non-profit asal Jerman bernama WASH United pada tahun 2013. Kurangnya edukasi, tabu, dan stigma pada menstruasi disebut masih menjadi tantangan bagi perempuan di seluruh dunia.

Hari Kebersihan Menstruasi, sebagaimana dilansir Wacanabali.com dalam menstrualhygieneday.org, memiliki dua tujuan utama yakni memberantas ketabuan terkait menstruasi dan yang kedua untuk mendorong pemimpin memprioritaskan dan bertindak atas Manajemen Kesehatan Menstruasi di tingkat lokal, nasional, hingga global.

Tahun ini, tema yang diangkat dalam peringatan Hari Menstruasi Sedunia adalah Together for a #PeriodFriendlyWorld. Kampanye ini dilakukan untuk menciptakan akses kesehatan menstruasi yang lebih inklusif.

“Kurangnya akses terhadap produk menstruasi yang bersih dan sanitasi yang buruk juga turut berkontribusi. Masalah-masalah ini merugikan pendidikan, kesehatan, dan status sosial perempuan dan anak perempuan di seluruh dunia,” tulis laman menstrualhygieneday.org.

Reporter: Komang Ari