Badung – Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama Badung, I Wayan Suyasa memilih bungkam alias tidak mau memberikan keterangan mengenai krisis air bersih yang tengah dialami oleh masyarakat Kuta Selatan.

Sementara beredar isu bahwa PDAM kabupaten Badung menjual air bersih ke hotel-hotel di Nusa Dua dengan tarif yang mahal, sementara masyarakat Kuta Selatan mengalami krisis air bersih.

Direktur Utama Perumda Tirta Mangutama Badung itu saat dihubungi beberapa kali oleh tim wacanabali.com melalui sambungan telepon, ia beralasan sedang rapat.

Dihubungi pertama sekitar pukul 10:22, kemudian pukul 12:54 dan terakhir pukul 17:30 WITA. Selain melalui sambungan telpon, tim wacanabali.com juga menghubungi melalui pesan WhatsApp, namun sama sekali tidak direspon.

Baca Juga  Golkar Badung Targetkan 12 Kursi DPRD di Pileg 2024

“Sabar nggih, saya masih ada rapat. Nanti saya hubungi kembali,” katanya kepada wacanabali.com melalui sambungan telepon pada Selasa (11/6/24) pukul 10:22 WITA.

Selanjutnya, pada pukul 12:54 WITA, Dirut Perumda Tirta Mangutama Badung itu menyebut rapat belum selesai, karena belum bisa menerima telepon.

“Maaf saya masih ada rapat, belum selesai,” ucapnya

Sekitar pukul 17:30 saat dihubungi lagi, Dirut Perumda Tirta Mangutama Badung itu tidak menerima telepon. Selain itu pesan WhatsApp pun tidak direspon sama sekali.

Reporter: Yulius N