Pertengahan Tahun 2024, 36 Orang Terjangkit HIV di Jembrana, 3 Meninggal
Jembrana – Penyebaran penyakit HIV/AIDS di Kabupaten Jembrana masih tergolong tinggi. Hingga pertengahan tahun saja sudah ditemukan 36 kasus baru. Di mana dari jumlah tersebut, 3 orang di antaranya meninggal dunia.
Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jembrana, ke 36 kasus HIV merupakan kasus yang tercatat dalam periode bula Januari hingga Mei. Kasus HIV ditemukan di lima kecamatan yang ada di Kabupaten Jembrana.
“Sebarannya hampir disemua kecamatan ditemukan kasus baru (HIV-red), rinciannya yakni Kecamatan Melaya 8 kasus, Kecamatan Jembrana terdapat 9 kasus, Kecamatan Negara 3 kasus, Kecamatan Mendoyo 8 kasus dan Kecamatan Pekutatan 3 kasus, sedangkan 4 kasus lagi berasal dari luar Kabupaten Jembrana,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Jembrana, dr. Made Dwipayana saat ditemui awak media, Jumat (21/06/24).
Lebih lanjut, Dwipayana menjelaskan jika dilihat kasus per bulan, bulan Januari menyumbang jumlah terbanyak yakni 9 kasus, disusul bulan Mei terdapat 9 kasus dan bulan Februari dan Maret masing-masing 4 kasus. Temuan kasus HIV di tahun 2024 terbanyak di kelompok umur usia produktif.
“Kalau dikelompok umur terbanyak di usia produktif, di mana usia orang yang terjangkit HIV yang kita temukan dikisaran umur 11 – 50 tahun, ada yang diatas 50 tahun namun jumlahnya sedikit, untuk tahun ini (2024-red) sampai bulan Mei belum ditemukan kasus pada usia dibawah 10 tahun,” bebernya.
Dari jenis kelamin temuan kasus HIV di Jembrana terdiri dari 20 orang laki-laki dan 16 orang perempuan. Selain itu Terdapat 3 orang dari 36 orang yang terinfeksi penyakit menular seksual HIV dinyatakan meninggal dunia. Pihaknya akan memberikan pelayanan maksimal kepada mereka yang sudah posistif terinfeksi penyakit menular HIV.
“Kita terus melakukan sosialisasi ke semua lapisan masyarakat, khususnya kelompok-kelompok rawan untuk tidak melakukan sex bebas dan juga aktivitas seks aman. Sedangkan bagi yang sudah terjangkit, kita upayakan semuanya mau minum obat secara rutin, dan cek derajat kekebalan tubuhnya dengan pemeriksaan CD4,” sebut Dwipayana.
Temuan orang terinfeksi HIV di Kabupaten Jembrana masih relatif cukup tinggi, sampai pertengahan tahun (Januari-Mei-red) saja sudah ditemukan 36 kasus. Sedangkan ditahun 2023 ditemukan 85 kasus.

Tinggalkan Balasan