Denpasar – Bakal Calon Wakil Bupati Badung I Wayan Disel Astawa menanggapi soal baliho yang rusak di beberapa titik Kabupaten Badung.

I Wayan Disel Astawa, mengatakan perusakan Baliho tersebut tanda krisis etika dalam berdemokrasi, dan tidak siap untuk bertarung dalam kontestasi pilkada 2024.

“Justru yang merobek itu tidak siap mengikuti kontestasi politik secara berdemokrasi dengan baik,” ujarnya saat menghadiri Rapat Paripurna di DPRD Bali pada, Senin (24/6/24).

Untuk diketahui, dalam pilkada mendatang, I Wayan Disel Astawa akan berpasangan dengan bakal calon bupati I Wayan Suyasa, dan Balihonya di rusak.

Ia menambahkan, dengan kejadian tersebut mau tidak mau pihaknya harus berjiwa besar, yang seharusnya kejadian perusakan baliho ini tidak boleh terjadi di negara berdemokrasi tercinta.

Baca Juga  Wayan Disel Ditetapkan Tersangka Kasus Reklamasi Pantai Melasti

“Kalau di robek kita harus siap, semuanya begitu ya. Jadi, ya biasa-biasa aja si,” tuturnya.

Selain itu, I Wayan Disel Astawa yang akrab di sapa Disel ini juga menuturkan, dirinya tidak merasa terancam semuanya baik-baik saja. Dan untuk Baliho yang dirusak dipastikan dipasang lagi.

“Saya tidak pernah merasa diri diancam,” tandasnya.

Sementara Calon Bupati Badung, I Wayan Suyasa, menanggapi dengan bijaksana terhadap baliho tersebut. Ia bahkan memilih untuk tidak melaporkan perobekan baliho miliknya ke pihak berwajib.

“Jika ada masyarakat yang kurang berkenan dengan kami, kami hargai sebagai bentuk perbedaan dalam pesta demokrasi,” katanya seperti yang dikutip dari media online Balipost pada, Senin (24/6/24) siang.

Baca Juga  Pengerusakan Baliho di Jembrana Belum Penuhi Syarat Formil

Suyasa menjelaskan bahwa pemasangan baliho tersebut bertujuan untuk memperkenalkan diri sebagai bakal calon Bupati Badung. Baliho-baliho tersebut dipasang di seluruh desa se-Kabupaten Badung.

Karena itu pihaknya berpesan agar aksi saling merusak tidak terulang kembali. “Jika ada yang tidak berkenan, kalau boleh jangan saling merusak apalagi memprovokasi. Tidak elok, kita mencari Pemimpin Badung, masyarakat harus tahu yang terbaik untuk memimpin Badung ke depan,” ungkap politisi asal Desa Penarungan,

Suyasa berharap agar oknum yang melakukan perusakan tidak mengulangi perbuatannya. Ia juga berharap perusakan tidak dilakukan kepada bakal calon lainnya, karena pada akhirnya masyarakat yang akan menentukan siapa pemimpin Badung ke depannya.

“Beri kesempatan semua figur yang ingin maju sebagai calon bupati dan wakil bupati Badung memperkenalkan dirinya, agar masyarakat dapat menentukan pilihannya sesuai hati nurani didasari atas visi dan misi serta figur yang layak di Badung,” tutupnya seperti yang dilansir media wacanabali. com pada, Senin (24/6/24).

Baca Juga  Catatan Jelang Pilkada, Akademisi: Pemimpin Ideal "Melayani" Bukan "Dilayani"

Untuk diketahui,berikut adalah lokasi baliho yang mengalami rusak, diantaranya di Desa Kekeran dan Kapal, Kecamatan Mengwi, serta Desa Pelaga, Kecamatan Petang.

Reporter: Dion