Jembrana – Bebasnya I Gede Winasa, mantan Bupati Jembrana dua periode yang tersangkut kasus korupsi, bisa jadi merubah peta politik di Kabupaten Jembrana. Terlebih, kehadiran Ketua DPC Jembrana, I Made Kembang Hartawan beserta sejumah kader PDI Perjuangan Jembrana dalam menyambut bebasnya Winasa.

Warga yang menyambut kedatangan Winasa di kediamannyapun meneriakkan Kembang-Ipat. Teriakan tersebut semakin keras saat Winasa secara langsung memperkenalkan Kembang Hartawan kepada warga yang menyambut kebebasannya.

I Made Kembang Hartawan saat ditemui di sela-sela penyambutan bebasnya, I Gede Winasa di kediamannya, Jumat (05/07/2024) mengaku kehadirannya merupakan wujud kepeduliannya terhadap sosok I Gede Winasa yang dulunya sama-sama ikut berjuang membesarkan PDIP di Jembrana.

“Atas nama pribadi dan kawan lama ya, saya dan pak Winasa sudah kenal lama sejak tahun 2000, pernah berjuang dari awal, beliau pernah menjadi pimpinan kami di partai dan saya wakilnya saat itu, saya merasa terharu dan bangga hari ini beliau menghirup udara bebas, “ ungkap Kembang.

Baca Juga  Potensi 'Ekraf' Otomotif Bali, Gus Alit: Sangat Menjanjikan

Terkait adanya teriakan warga yang meneriakan Kembang – Ipat (I Made Kembang Hartawan- I Gede Ngurah Patriana Krisna), Kembang mengaku hal tersebut merupakan aspirasi warga. Pihaknya akan menyampaikan hal tersebut ke induk partai.

“Kita hanya menyampaikan aspirasi seperti itu, tentu partai yang menentukan memutuskan seperti apa,” ujarnya.

Sebagai kader partai, Kembang mengaku siap dipaketkan dengan Ipat dalam Pilkada Jembrana 2024. Ipat Sendiri saat ini masih menjadi Wakil Bupati Jembrana, saat Pilkada 2019, Ipat berpasangan dengan I Nengah Tamba dan mengalahkan pasangan I Made Kembang Hartawan-I Ketut Sugiasa.

“Selaku kader ya, saya taat dan patuh terhadap instruksi partai, partai bilang jalan saya jalan, partai diam saya harus diam, taat dan patuh,” kilah Kembang.

Baca Juga  Kapolsek Mengwi Tekankan Netralitas Dalam Tugas Pengamanan

Sementara itu I Gede Patriana Krisna yang notabena anak kandung I Gede Winasa mengaku masih menunggu arahan dari ayahandanya (Winasa-red).

“Sampai saat ini saya belum tahu arahannya bapak seperti apa, karena saya bisa komunikasi saat saya menjenguknya ke Rutan,” kata Ipat.

Terkait kehadiran Kembang Hartawan ikut menyambut bebasnya I Gede Winasa, Ipat pun berdalih mereka merupakan teman lama dan dulu pernah satu partai.

“Pak Kembang kan sudah disebutkan tadi, merupakan teman lama, jadi anak buah bapak dulu, di DPC (PDI Perjuangan) juga. Ayahnya beliau juga pangelingsir (pinisepuh) di partai, jadi hubungan itu,” jelasnya.

Terkait peluang maju dalam Pilkada Serentak 2024 dipaketkan dengan Kembang Hartawan, Ipat mengaku tidak mau berandai-andai. Ipat pun mengakui dukungan terhadap dirinya tidak terlepas dari nama besar I Gede Winasa.

Baca Juga  Bupati Paparkan Potensi Jembrana ke Konsul Kehormatan Negara Sahabat

“Saya sih tidak mau berandai-andai, ya jadi kita ketahui sendiri kemarin kemenangan kita Tamba-Ipat, suara saya ya suara pak Winasa, walau ada suara saya tapi lebih banyak dipengaruhi oleh suara pak Winasa,” ungkap Ipat mengakhiri.

Reporter: Dika

Editor: Ngurah Dibia