Bangli – Sejumlah elemen dosen dan mahasiswa Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Denpasar kembali mengadakan pemberdayaan pendamping sebaya dalam pencegahan dan penanganan stunting, di Desa Abuan, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Kamis (12/7/24).

Menurut keterangan akademisi Poltekkes Kemenkes Denpasar Ni Luh Putu Yunianti Suantari, pengabdian tersebut dilaksanakan sebagai Langkah keberlanjutan program KKN IPE yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2024.

Dari survei yang telah dilakukan, ditemukan data terkait persoalan stunting yang belum teratasi secara maksimal. Tercatat, sejumlah 50 persen ibu hamil tidak pernah memeriksakan diri. Hal ini diyakini sebagai dampak dari kurangnya edukasi terkait pencegahan dan penanganan stunting pada masyarakat.

Pengabdian kali ini, terang Yuni, menyasar penerima manfaat dari kalangan kader kesehatan dengan tujuan untuk memberikan pengayaan sekaligus pemberdayaan.

“Semua kader kesehatan kami berikan materi yang terkait termasuk juga dengan kesehatan lingkungan jadi kader kesehatan ini kami berikan materi terkait dengan tugas-tugas mereka di lapangan,” ujarnya.

Ia berharap, program tersebut menjadi langkah awal untuk menekan angka stunting khususnya di Bangli, Bali.

“Harapannya, masyarakat bisa teredukasi isu stunting. Merekalah sejatinya ujung tombak untuk melahirkan generasi yang berdaya sehingga angka stunting bisa ditekan,” tandasnya.

Reporter: Komang Ari