Dikira Mancing, Pensiunan Guru Ditemukan Meninggal di Sawah
Jembrana – Seorang pensiunan guru di Jembrana ditemukan meninggal dunia di tengah sawah. Sempat dikira mancing, korban tidak pulang sampai larut malam. Upaya pencarian dilakukan oleh pihak keluarga, korban ditemukan telungkup di tengah sawah.
Kapolsek Mendoyo, Kompol I Dewa Gede Artana, dikonfirmasi awak media, Kamis (22/8/24) menungkapkan kronologis penemuan pensiunan guru bernama I Ketut Bagiada (67) asal Kelurahan Tegalcangkring ditemukan meninggal di sawah miliknya di Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Rabu (21/08/24) malam.
“Keterangan dari keluarga korban, yang bersangkutan sekitar pukul 15.00 Wita membersihkan rumput dipematang sawah miliknya dengan menggunakan sebilah sabit,” ujarnya.
Lanjut Kompol Artana, Saksi mata yang sekaligus sepupu korban bernama I Nyoman Miarsa (53) asal Kelurahan Tegalcangkring melihat korban sedang membersihkan pematang sawah. Saat itu saksi berada disebelah timur sawah milik korban. Kemudian, sekitar pukul 17.30 Wita Miarsa mendahului pergi untuk memberi makan sapinya yang berada di sebelah barat sawah korban. Sekitar pukul 18.00 Wita, Miarsa selesai memberi makan sapinya dan mendahului pulang dengan melewati sawah milik korban. Namun, saat itu Miarsa tidak melihat keberadaan korban.
“Sekira pukul 19.00 Wita, korban tak kunjung pulang sehingga istri korban merasa cemas, dan memberitahu I Ketut Gede Wiasa (47) untuk mencari keberadaan korban. Gede Wiasa dan Miarsa lantas mencari keberadaan korban di pantai Banjar Anyar Tembles, Desa Penyaringan, mengingat korban senang memancing ikan dilaut,” imbuhnya.
Pencarian dengan menyusuri sepanjang pantai Tembles, tempat dimana korban sering memancing namun tidak membuahkan hasil. Pecarian selanjutnya dilakukan pencarian di area sawah milik korban.
“Pencarian korban dimulai di pinggir pantai karena korban senang mancing, lalu dilanjutka ke sawah milik korban. Sekira pukul 21.15 Wita saksi menemukan korban dalam posisi tengkurap disawah, korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Di dekat korban juga ditemukan sebilah sabit yang digunakan memotong rumput,”ungkap Kompol Artana.
Kejadian tersebut lalu dilaporkan ke Kepala Lingkungan Bilukpoh dan Polsek Mendoyo. Selanjutnya korban dibawa ke Puskesmas I Mendoyo untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh dokter jaga dan tim identifikasi Polres Jembrana.
“Pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban dan mengihklaskan meninggalnya korban. Menurut keluarga, korban memang diketahui memiliki riwayat penyakit sesak nafas akut sudah bertahun-tahun,” tutupnya.
Reporter: Dika
Editor: Ngurah Dibia

Tinggalkan Balasan