Jakarta – Survei Pengalaman Hidup Perempuan Nasional (SPHPN) menunjukkan 1 dari 4 perempuan usia 15-64 tahun di Indonesia pernah mengalami kekerasan dari pasangan atau orang lain selama hidupnya.

Kendati demikian, Deputi Bidang Perlindungan Hak Perempuan Kemen PPPA Ratna Susianawati mengatakan, hasil prevalensi kekerasan SPHPN ini lebih rendah tinimbang prevalensi global.

“Prevalensi global, di mana 1 dari 3 pernah mengalami kekerasan fisik dan/atau seksual selama hidupnya,” terangnya dilansir dari keterangan resmi Kemen PPPA, Selasa (8/10/7).

Dibandingkan tahun 2021, sambungnya, kekerasan cenderung terjadi pada perempuan yang tinggal di perkotaan, berpendidikan SMA ke atas atau perempuan yang bekerja.

Temuan lainnya, Kekerasan Berbasis Gender Online (KBGO) paling banyak menimpa perempuan usia 15-24 tahun. Selain itu, praktik Pemotongan/Pelukaan Genitalia Perempuan (P2GP) dan prevalensi angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga mengalami penurunan.

Baca Juga  Orangtua Diharapkan Kontrol Konsumsi Gula, Garam, dan Lemak pada Anak

“Penurunan juga terjadi pada prevalensi angka KDRT yaitu sebesar 2,5 persen,” imbuhnya.

Reporter: Komang Ari