Denpasar – Ketua Tim Pemenangan PDI-Perjuangan, I Gusti Ngurah Kesuma Kelakan mengungkapkan bahwa pasangan calon Koster-Giri memiliki kelebihan dibandingkan dengan pasangan calon lain. Dari sisi pengalaman Koster-Giri lebih unggul.

“Artinya pertama kan kalau kita bicara tentang kontestasi politik, pertama kan calon kita memiliki kelebihan dari pada calon yang lain. Terutama pak Koster, jadi figur yang memiliki visi besar konsep besar kemudian dan sudah terlaksana program-program. Itu kelebihannya,” kata Alit Kelakan kepada wartawan, Rabu (9/10/24).

Pria yang akrab disapa Alit Kelakan juga menyampaikan, tak hanya Wayan Koster yang memiliki kelebihan. Namun,wakilnya Giri Prasta juga terbukti dengan pengalaman dua periode memimpin masyarakat kabupaten Badung.

Baca Juga  Wayan Koster: Gen Z Harus Kritis soal Bali

“Kemudian pak Giri sebagai Wakil sangat intensif bergaul dan berbaur dengan masyarakat kemudian banyak membantu dengan program-program sosial, adat, agama,” ujarnya.

“Nah dua figur ini kita kombinasikan saling melengkapi. Nah, itu salah satu yang bisa kita tawarkan kepada masyarakat sehingga kalau ingin mencari yang baik itu adalah pemimpin yang terbukti bisa bekerja ada legasinya, punya ide besar, konsep besar, bekerja keras,” imbuhnya.

Selain pengalaman figur, kata ketua tim pemenangan paslon Koster-Giri itu, pihaknya juga sudah memetahkan basis pendukung dari basis suara PDIP maupun partai pengusul lainnya.

“Kami sudah memetahkan wilayah, pertama pemetaan dari dukungan dari partai pengusul terutama basic suara PDIP dan partai pengusul, itu sudah kita petakan. Kemudian pendekatan-pendekatan dengan tokoh tokoh masyarakat,” tuturnya.

Baca Juga  Ruang Berbahasa Bali Semakin Sempit, Gubernur Koster Ajak Masyarakat Lestarikan Budaya Bali

Alit Kelakan juga mengatakan paslon Koster-Giri mengusung lima program penting terpenting untuk membangun masyarakat dan budaya Bali.

“Isu terpenting berbeda setiap kabupaten, setiap daerah. Tetapi ada lima hal yang mendasar yang harus kita perkuat. Jadi pangan sandang, pendidikan, kesehatan kemudian jaminan sosial, ketenagakerjaan dan pariwisata Bali. Baru infrastruktur pendukung. Jadi masyarakat Bali harus terdidik, cerdas, kemudian punya literasi yang semakin meningkat, nah itu pak Koster punya program sama pak Giri,” tandasnya.

Reporter: Yulius N