Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pangkas izin eksplorasi minyak dan gas bumi (migas) menjadi 140 dari sebelumnya 320.

Dikatakan, hal ini dilakukan guna meningkatkan produksi minyak nasional sekaligus mengurangi ketergantungan untuk melakukan impor.

“Setelah ada penambahan produksi di Banyu Urip pada 2008 mencapai 800-900 ribu barel per hari, produksi minyak kita terus menurun hingga saat ini hanya 600 ribu barel per hari. Padahal, konsumsi kita mencapai 1,6 juta barel per hari, sehingga kita terpaksa mengimpor 900 ribu hingga 1 juta barel per hari,” ujar Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dilansir laman resmi Kementerian ESDM, Selasa (15/10/24).

Menurutnya, diperlukan optimalisasi penggunaan sumur yang ada. Saat ini, sambung Bahlil, terdapat 44.900 sumur migas. Namun hanya 16.990 sumur idle yang aktif.

Baca Juga  HIP BBN Bioetanol Kini Dibanderol Rp 14.144 per Liter

“Masalah ini harus diselesaikan, pertama dengan mengoptimalkan sumur-sumur yang ada maupun yang idle untuk bisa meningkatkan lifting karena jika tidak ada gerakan atau apa-apa, itu turun kita sekitar 7-15% per tahun,” imbuhnya.

“Setelah di breakdown lagi kurang lebih ada 5.000 yang dapat di-reaktivasi untuk mendorong penambahan produksi minyak Indonesia,” tandas Bahlil.

Reporter: Komang Ari