Denpasar – Kepala Kantor Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali, Erwin Soeriadimadja mengungkapkan bahwa perekonomian Provinsi Bali mencapai 5,43 persen pada triwulan III 2024. pertumbuhan ekonomi ini ditopang dengan terjaganya stabilitas harga dan stablitas inflasi.

“Pertumbuhan ekonomi di Bali terakhir di triwulan III itu tercatat 5,43 persen. Jadi pertumbuhan ekonomi yang sangat tinggi sekali ini berada di atas nasional dan juga berada di atas pada periode yang sama di tahun lalu,” ungkap Erwin saat acara temu wirasa yang digelar PHRI Bali dengan tema Membangun Pariwisata Bali yang aman, kreatif dan berkelanjutan, di kantor BI Bali, Rabu (4/12/2024).

Dengan pertumbuhan ekonomi 5,43 persen itu, Erwin mengatakan, tingkat inflasi di Bali pada triwulan III 2024 ini hanya mencapai 2,5 persen. Bahkan, kata dia, inflasi itu sesuai dengan sasaran koridor inflasi nasional.

Baca Juga  Perkuat Pariwisata Bali, PHRI Usulkan Sistem Keamanan Data Pribadi Wisatawan

“Pertumbuhan ekonomi di Bali ini diikuti dengan terjaganya stabilitas harga, stabilitas inflasi. Dan astungkara bahwa angka inflasi di November itu untuk Bali mencapai angka 2,5 persen. Dan angka 2,5 persen itu adalah tepat di titik tengah koridor sasaran inflasi nasional,” tambah Erwin.

Dari pertumbuhan tersebut, Erwin mengatakan bahwa sektor pariwisata paling dominan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi di Bali.

“Industri pariwisata memegang peranan yang sangat penting sekali untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di Bali. Kontribusi sektor pariwisata di Bali mencapai 39 persen terhadap angka pertumbuhan perekonomian di Bali,” ujarnya.

Erwin kemudian mengatakan sektor pariwisata harus menjadi perhatian serius. Apalagi, lanjutnya, fenomena transformasi industri pariwisata berbasis teknologi tidak hanya membawa dampak positif tapi juga dampak negatif seperti keamanan data pribadi wisatawan yang harus dilindungi.

Baca Juga  Perkuat Pariwisata Bali, PHRI Usulkan Sistem Keamanan Data Pribadi Wisatawan

Selain itu, Erwin juga mendorong agar pemerintah provinsi Bali maupun kabupaten/kota bekerjasama dengan hotel dan restoran untuk menawarkan produk-produk lokal Bali.

“Upaya ini untuk menjaga stabilitas harga di Provinsi Bali, karena rasa ini juga sebagai wujud nyata untuk menciptakan multiplier effect untuk create pemberdayaan masyarakat melalui kehadiran produk lokal, memperkuat rantai pasok komoditas strategis ke industri perhotelan yang secara tidak langsung memperkuat kestabilan harga barang dan jasa di Provinsi Bali,” pungkas Erwin.

Reporter: Yulius N