Denpasar – Bali meraih Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) tertinggi di Indonesia.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan Bali I Gede Arya Sugiartha dalam Kongres Kebudayaan Bali IV, di Gedung Ksirarnawa, Denpasar, Jumat (6/12/24).

Seperti diketahui, IPK merujuk pada instrumen yang digunakan untuk menilai pencapaian pembangunan kebudayaan di suatu daerah. Pihaknya merinci, Bali memperoleh nilai 71,36. Di mana, jumlah ini melampaui rata-rata IPK Nasional yang berada di angka 57,13.

“Ini pertama kalinya Bali berada di peringkat satu, biasanya kita selalu di nomor dua. Tahun ini melesat naik, bahkan unggulnya juga banyak,” jelasnya.

Penilaian ini, sambung Arya, telah dilangsungkan sejak 2023 lalu dan diumumkan tahun ini. Ia menilai, prestasi anyar yang diraih pulau dewata ini diperoleh atas pembenahan dari indikator-indikator yang belum terpenuhi di penilaian-penilaian sebelumnya.

“Dulu kita kalah di permuseuman dan cagar budaya karena kita kurang bisa memanfaatkannya dan juga di tata kelola misalnya, dulu kita nggak punya perda terkait ini sekarang sudah punya,” bebernya.

Reporter: Komang Ari