Pedagang Takjil Diimbau Tak Gunakan Bahan Berbahaya
Denpasar – Koordinator Pasar Masjid Raya Baiturrahman Denpasar, Marzuki Farhan, mengimbau para pedagang agar tidak menggunakan bahan berbahaya dalam produk makanan dan minuman yang dijual selama Ramadan.
“Saya sudah instruksikan pada pertemuan beberapa hari lalu dengan para pedagang, semua saya hadirkan. Sudah saya imbau bahwa kita yang berdagang di sini dilarang memakai pemanis, pewarna, dan juga pengawet. Itu tolong dihindari,” ujarnya.
Dirinya menyampaikan, pasar takjil di kawasan Masjid Raya Baiturrahmah akan dibuka selama bulan Ramadhan hingga 26 Maret mendatang, sehubungan dengan pelaksanaan Nyepi di Bali.
Marzuki menyampaikan, setiap tahun pemerintah secara rutin melakukan inspeksi mendadak (sidak) untuk memastikan keamanan pangan.
Apalagi, sambung dia, di tahun-tahun sebelumnya masih ditemukan penggunaan bahan berbahaya dalam makanan yang dijual.
“Mudah-mudahan tahun ini dengan imbauan yang saya berikan tidak terjadi lagi. Jika pun masih ada yang melanggar, risikonya ditanggung oleh pedagang,” katanya.
Sebagai langkah pencegahan, para pedagang telah diwajibkan untuk mengisi formulir. Menurut Marzuki, formulir tersebut berisi kriteria tertentu yang harus dipenuhi oleh pedagang.
“Setiap pedagang sudah menandatangani kontrak yang diberikan oleh dinas. Jadi, mereka seharusnya sudah memahami aturan yang harus dipatuhi,” jelasnya.
Apabila ditemukan pelanggaran, Marzuki menegaskan tanggung jawab dilimpahkan penuh kepada pihak pedagang.
“Panitia sudah memberikan instruksi dan imbauan, jadi kalau masih ada pelanggaran, itu kembali kepada masing-masing pedagang,” tutupnya.
Reporter: Komang Ari

Tinggalkan Balasan