Dua Buruh Proyek di Nusa Dua Dikeroyok, Satu Orang Kritis, Keluarga Korban Lapor Polisi
Wacanabali.com, Badung – Dua pemuda yang bekerja sebagai buruh proyek asal Sumba Barat Daya, NTT, SRGM (23) dan RBB (22), dikeroyok oleh sesama pekerja di bedeng proyek Tunas Jaya Sanur, Sawangan, Benoa, Kuta Selatan, Badung, Rabu (9/9/2026). Satu dari kedua korban itu kini menjalani perawatan di rumah sakit karena kondisi sangat kritis akibat amukan masa.
Peristiwa ini telah dilaporkan ke aparat Polsek Kuta Selatan oleh keluarga kedua korban, Kamis (10/9) malam.
Dalam laporan polisi, peristiwa ini berawal dari salah paham antara saudara korban berinisial YK dengan security PT Tunas Jaya Sanur di Sawangan Nusa Dua, Kuta Selatan, Badung.
Saat itu, YK hendak ke kamar mandi tak sengaja menabrak pembatas proyek yang dipasang menggunakan seng sehingga menimbulkan bunyi keras. Security yang terkejut dengan bunyi itu langsung menghampiri YK.
YK sempat berusaha menjelaskan kejadian itu dan meminta maaf kepada Security.
Namun, YK dianggap banyak alasan dan diminta memanggil seluruh teman-temannya.
Keributan tersebut kemudian didengar oleh salah satu teman YK, yakni Andrianus, yang saat itu sedang tidur. Ia terbangun dan menghampiri YK yang tengah terlibat adu argumen dengan security.
Andrianus menyampaikan bahwa teman-temannya tidak pernah membuat masalah selama berada di lingkungan tersebut. Sebaliknya, menurut Andrianus, selama ini justru ada pihak lain yang kerap membuat masalah di lokasi itu. Dalam pernyataannya, Andrianus menyebut pihak lain adalah orang Jawa yang bekerja disana.
Perkataan tersebut kemudian memicu kemarahan sejumlah pekerja yang berada di sekitar lokasi. Mereka diduga melakukan pemukulan terhadap YK dan teman-temannya di pos security proyek tersebut.
Akibat kejadian itu, korban Adrianus W (24), mengalami luka pada bagian bibir, mata, pipi, tangan kanan, serta kaki kiri. Sementara korban lainnya, Yohanes K (19), juga tercatat sebagai korban dalam peristiwa tersebut.
Sementara korban RBB mengalami sejumlah luka, di antaranya pada bagian alis, pinggul, lengan tangan kiri, serta luka dan lebam pada kedua kaki. Rafael juga mengeluhkan sakit pada bagian tubuhnya setelah kejadian.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya menjelaskan bahwa aparat tengah menyelidiki identitas para pelaku. Sementara para korban saat ini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Sanglah.
“Saat ini Polsek Kuta Selatan tengah melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian tersebut,” jelas Iptu dalam keterangan resminya.
Sementara itu, salah satu keluarga korban, Viktor Sakarias Tari Raya (27) mengaku menyesalkan aksi pengeroyokan tersebut. Menurutnya, tindakan seperti itu sangat tidak manusiawi.
“Kalau mereka salah, tangkap dan bina mereka atau lapor polisi. Jangan dianiaya seperti itu. Perbuatan seperti itu sangat tidak manusiawi,” tegas Viktor saat dikonfirmasi terkait laporan ke Polsek Kuta Selatan, Jumat (11/9).
Viktor menegaskan, keluarga korban meminta aparat kepolisian mengusut dan memproses secara hukum seluruh pihak yang terlibat dalam aksi pengeroyokan tersebut.
“Jadi kami keluarga tetap menuntut agar siapapun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku, tidak ada pengecualian,” imbuh pemuda asal Sumba Barat Daya.
Reporter: Yulius N

Tinggalkan Balasan